Tue,17 July 2018


Walikota Bandung Harus Konsekuen Atas Hasil Pansel JPTP

Indofakta 2018-07-09 11:57:02 Politik
Walikota Bandung Harus Konsekuen Atas Hasil Pansel JPTP

Bandung - Walikota Bandung terpilih M. Oded Muhammad Danial harus konsekuen menggunakan hasil Seleksi yang telah dilakukan oleh Panitia Seleksi JPTP (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama) yang telah memilih Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung pada tanggal 30 Mei 2018 lalu. Hasil seleksi telah menetapkan 3 (tiga) nama yaitu : 1. Ema Sumarna yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung; 2. Mohamad Salman Fauzi yang saat ini sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung serta 3. Benny Bachtiar yang masih menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar. 

Hal tersebut dikemukakan oleh Kandar Karnawan. Melalui Statement yang disampaikan kepada indofakta.com (9/8/2018) menyatakan : "Lsm Monitoring Community yang dikomandoi Kandar Karnawanmenyampaikan bahwa saat ini telah selesai digelar pesta demokrasi Pilkada, tinggal menyiapkan sosok seorang Sekretaris Daerah (Sekda). Sekda itu Pejabat Tertinggi Birokrasi yang akan mendampingi Kepala Daerah khususnya di Kota Bandung, tentu tugasnya akan sangat berat dan tentunya harus dipimpin oleh sosok seorang Sekda yang sudah mengenal betul wilayahnya. Artinya kader dari birokrasi Kota Bandung sebab sebelum masuk Perda dan berbagai macam kebijakan, dapur koordinasi, simpul koordinasi dan menyambungkan/menghubungkan birokrasi jajarannya dan pimpinan.  Artinya Sekda adalah pelayan Kepala Daerah sehingga sangat rasional jika user Mang Oded (panggilan akrab Oded M. Danial, red) yang lebih dominan untuk memilihnya bukan orang lain yang tidak ada hubungannya," ujar Aan Kandar Kandar Aktivis Penggiat Anti Korupsi.

Menurutnya, pada akhir Mei lalu Panitia seleksi JPTP Sekda Kota Bandung, mengeluarkan hasil seleksinya dan memberikan ranking Nomor Urut Satu dengan score (88) untuk Ema Sumarna kemudian urutan lainya (81,818) dan (79,14) itu sudah jelas. Jadi jabatan Sekda ini jangan ditarik kepada kepentingan politik maupun kepentingan pribadi, jika memang mau menuju perubahan lakukan secara profesional sesuai dengan hasil seleksi," tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Lsm Brantas dan Lsm Jangkar. Saat dihubungi melalui ponselnya, kedua lsm tersebut menyatakan akan melakukan aksi penolakan bila Walikota Bandung menetapkan di luar nama teratas dari hasil seleksi PJTP. "Kami minta Walikota Bandung konsekuen atas hasil seleksi, ujar Wanwan Mulyawan dari Lsm Brantas. Demikian juga dengan Lsm Jangkar yang dikomandoi Yudi menyatakan, "hormati hasil kerja Pansel karena Pansel JPTP adalah bagian dari wajah Kota Bandung dan sudah bekerja secara profesional, "tegasnya. ( Y CHS).

Berita Terkait