Tue,17 July 2018


Sinergitas Kurikulum Dengan Orangtua Dalam Ekosistem Pendidikan

Indofakta 2018-07-09 04:39:22 Edukasi
Sinergitas Kurikulum Dengan Orangtua Dalam Ekosistem Pendidikan
SIMALUNGUN -- Kurikulum 2013 atau yang dikenal dengan istilah kurtilas ini menitik beratkan pada pusat pembelajaran siswa (Student Center Learning) meminimalkan pendidik dalam berceramah, tetapi memaksimalkan aktivitas peserta didik baik dalam hal menemukan konsep, memecahkan masalah bahkan sampai menghasilkan sebuah karya atau produk.

   

Hal tersebut diutarakan Eniwati Samosir SPd seorang guru SMP di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun kepada awak media ini, Minggu (8/7) sekira Jam 14.00 wib, mengatakan ekosistem pendidikan itu harus melibatkan semua komponen atau stakeholders termasuk didalamnya satuan pendidikan sekolah, lingkungan belajar dan orang tua peserta didik.

   

“Dalam menyikapi tuntutan zaman ini sudah seyogianya kurikulum di Negara kita terus mengalami penyempurnaan. Dan untuk ini pemerintah melalui kementrian pendidikan sudah mencanangkan bahkan menerapkan penggunaan kurikulum 2013 hasil revisi (penyempurnaan) di semua sekolah khususnya sekolah negeri,”ujarnya. 

    

Masih Eniwati Samosir Alumni Universitas Negeri Medan,  angkatan '02 Fisika Unimed itu mengatakan melalui penerapan kurtilas diharapkan setiap peserta didik dapat memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi dengan berfikir kritis, komunikatif, kolaborasi dan kreatif-inovatif, dengan semangat literasi yang meningkat dari waktu ke waktu,”harapnya.

    

Lanjut Eniwati Samosir menjelaskan Implementasi kurtilas berbasis kompetensi dan karakter juga harus melibatkan semua komponen sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas yang menunjang terbentuknya generasi yang kompeten, berkarakter dan berdaya saing.

   

“Yang kita temukan saat ini menjadi kendala adalah pendidikan seolah hanya berjalan dalam satu rel, dimana keberhasilan peserta didik diserahkan sepenuhnya kepada satuan pendidikan. Seolah orang tua peserta didik kurang berperan aktif. Bahkan orang tua kadang enggan hadir ketika diundang untuk mendiskusikan tentang karakter dan hal lain yang menunjang pengetahuan peserta didik tersebut,”terangnya.

     

Menurutnya bahwa hal tersebutlah yang masih sangat perlu disosialisasikan kepada orang tua bagaimana perlunya memberikan perhatian kepada anak sepenuhnya, baik dalam karakter dan pendidikan si anak sehingga pendidik dan orang tua sama-sama berperan aktif.

   

“Untuk itu pemerintah melalui kementrian pendidikan menghimbau setiap orang tua mengantar langsung anaknya di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru ini, sebagai jembatan awal antara sekolah dengan orang tua. JadiPendidikan akan berhasil jika adanya sinergi antar semua komponen pembentuk ekosistem pendidikan atau stake holder,”Pungkas wanita tangguh, peserta PPG 2018 itu.(Gir)

 

 

 

 

 

  

 

 

Berita Terkait