Tue,17 July 2018


Kena Tipu Undian, Guru PNS Iklas Rp 30 Juta Hlang

Indofakta 2018-07-07 05:42:23 Hukum / Kriminal
 Kena Tipu Undian, Guru PNS Iklas Rp 30 Juta Hlang
SIMALUNGUN-- Sial dialami Yatmina (49) Guru PNS warga Amborokan, Nagori Panei Raya, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun terpaksa mendatangi Polsek Raya Kahean untuk membuat laporan pengaduan resmi, Jumat (6/6) sekira jam 10.30 wib.

   

Pasalnya ia telah ditipu oleh pelaku yang mengaku dari petugas Bank BRI dengan modus mendapat undian miliaran rupiah dengan cara menelepon korban.

    

Diketahui kejadian tersebut, Rabu (4/6) sekira Jam 06.50 wib, awalnya korban saat berada di rumah tiba-tiba menerima telepon dari seseorang laki-laki yang mengaku dari petugas Bank BRI yang identitas tidak disebutkan.

   

Sipenelepon mengatakan kepada korban,“Selamat ibu mendapat undian sebesar Rp 1.128.000,000,00 (Satu Milyar seratus dua puluh delapan juta rupiah)”.

  

Dan Sipenelepon tersebut juga mengatakan jika uang undian tersebut masuk ke rekening ibu, harus mengeluarkan biaya administrasi sebesar Rp 30.800.000 (tiga puluh juta delapan ratus ribu rupiah) ke Rekening No.34680101777530 atas nama Ghazi Sai.

  

Yakin dan percaya, seketika itu, korban melakukan transfer uang tersebut yang digunakan untuk biaya administras dan korban melakukan tansfer ke Rekening No.346801017770530 atas nama Ghazi Sai sebanyak dua kali transfer dengan rincian yang Pertama sebanyak Rp 11.600.000.(sebelas juta enam ratus ribu rupiah) dan yang ke dua sebanyak Rp 19.200.000 (sembilan belas juta dua ratus ribu rupiah) sesuai dengan permintaan si Penelepon.

   

Setelah uang tersbut ditrasfer, selanjutnya korban menghubungi Sipenelepon tersebut dengan mengatakan bahwa uang administrasi sudah ia kirim,kemudian korban menanyakan kepada Sipenelepon"Kenapa kok belum dikirim kerekening saya uang hadiah tersebut?”.

  

Namun pelaku menjawab enteng “Sabar ya bu masih dalam proses”lama ditunggu-tunggu hingga satu jam kemudian korban menghubungi kembali Sipenelepon yang mengakui dari Petugas bank BRI tadi, ternyata nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi.

  

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp.30.800.000.000 (tiga pulu juta delapan ratus ribu rupiah).Merasa keberatan akhirnya korban memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

    

Kapolsek Raya Kahean, AKP Hasan Basri saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (6/6) sekira Jam 16.00 wib, membenarkan kejadian tersebut.“Ya benar, korban sempat melaporkan kejadian yang ia alami karena berharap uangnya dapat kembali, namun belakangan ini pengaduannya dicabut karena sudah mengiklaskan uangnya lenyap begitu saja dan yakin uangnya tidak akan bisa ditarik lagi,”singkatnya. (Gir)

 

 

Berita Terkait