Tue,25 September 2018


Ayah Bejad Setubuhi Putrinya 2 kali Seminggu Sejak Berumur 11 tahun

Indofakta 2018-07-05 19:25:39 Daerah
 Ayah Bejad Setubuhi Putrinya 2 kali Seminggu Sejak Berumur 11 tahun

SIMALUNGUN - Orangtua siapa yang iklas, mahkota putrinya direnggut ayah kandungnya. Dengan rasa kesal, Sumiati (38) warga Pasar XII, Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan terpaksa mendatangi Polres Simalungun untuk melaporkan mantan suaminya Yudianto (41) warga Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Rabu (3/7) sekira Jam 15.00 wib.

   

Pasalnya korban sebut saja Bunga (15) pelajar kelas III SMP itu menjadi pelampiasan nafsu bejad pelaku Yudianto (41) warga Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun yang merupakan bapak kandung korban.

  

Perbuatan pelaku berulang kali menyetubuhi korban sejak berumur 11 tahun duduk dibangku kelas V SD hingga terakhir disetubuhi pada bulan Januari tahun 2018 di sekitar kampung kakek korban di Kuburan Kebun Jagung BPTK, Nagori Bah Butong II, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

 

Diketehui Sumiati dengan Pelaku Yudianto sudah cerai beberapa tahun lalu, Sumiati nikah lagi dengan seorang lelaki yang ia cintai, bersama suami barunya memilih tinggal di Kecamatan Air Joman, kabupaten Asahan.

 

Sedangkan pelaku Yudianto bersama istri barunya Sulastri memilih tinggal di Kecamatan Bosar Maligas dengan korban Bunga yang waktu itu masih sekolah dasar (SD).

 

Informasi dihimpun bahwa kejadian tersebut diketahui awalnya Minggu (10/6) sekira Jam 12.00 wib, korban datang kerumah ibu kandungnya Sumiati hendak lebaran bersama, kemudian korban menceritakan kehidupan pahit yang dialaminya.

 

Menurut keterangannya, korban pertama sekali disetubuhi oleh bapak kandungnya Yudianto (41) saat berumur 11 tahun diperkebunan Teh Sidamanik. Aksi bejadnya pun tidak ada orang yang tau sehingga pelaku semakin ketagihan hingga terus berlanjut menyetubuhi korban.

   

Dengan polos korban menerangkan bahwa dalam seminggu ia dua kali disetubuhi oleh bapaknya dan pada bulan Nopember tahun 2017 lalu, ibu tiri korban Sulastri pun sudah pernah melihat langsung perbuatan cabul yang dilakukan pelaku terhadap korban.

   

Melihat kejadian tersebut sehingga mamak tiri korban Sulastri menyuruh korban untuk pergi kerumahnya di Kecamatan Bosar Maligas.Korban pun pulang menemui mamaknya dan menyampaikan kejadian yang dialaminya, diterangkannya bahwa pelaku terakhir melakukan persetubuhan kepadanya pada bulan Januari tahun 2018 dikuburan jagung BPTK, Nagori Bah Butong II, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

     

Mendengar cerita polos putrinya, Sumiati sebagai ibu kandung korban bagaikan disambar petir, hatinya hancur lebur karena masa depan putrinya suram. Merasa keberatan akhirnya Sumiati melaporkannya ke Polres Simalungun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

   

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak YP Simbolon SIK melalui Kanit PPA, Ipda Bontor Tobing saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (5/7) sekira Jam 15.00 wib,membenarkan kejadian tersebut.

   

“laporan pengaduan korban sudah kita terima dan masih dalam proses penyidikan. Kita masih melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk dimintai keteranganya sekaligus mengumpulkan bukti hasil visum,”ujarnya.

   

Masih Ipda Bontor Tobing menerangkan bahwa pihaknya akan segera menangkap dan menyidiki pelaku serta memberi sanksi hukum sesuai dengan perbuatannya.”Kita masih berupaya untuk mencari keberadaan pelaku. Apabila kita sudah mengetahui keberadaannya kita langsung ciduk. Jika terbukti bersalah maka pelaku dijerat Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindugan anak,”pungkas perwira balok satu emas dipundaknya itu. (Ary)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait


 Terbaru