Pencarian Berita


Jajaran Pejabat KBB Terlibat Dalam Penyuapan H. Abubakar

Jajaran Pejabat KBB Terlibat Dalam Penyuapan H. Abubakar

BANDUNG - Menyimak Surat Dakwaan Penuntut Umum KPK Nomor : 54/TUT.01.04/24/06/2018 tertanggal 22 Juni 2018 atas nama Asep Hikayat yang didakwa melakukan serangkaian pemberian hadiah/suap, telah terungkap nama sejumlah pejabat/personil yang ada di KBB (Kabupaten Badung Barat). 

Surat dakwaan yang sudah dibacakan di Pengadilan Tipikor Bandung (4/7/2018) tersebut memberi gambaran betapa H. Abubakar selaku Bupati KBB berkeinginan kuat untuk terus mencengkeram KBB seperti yang terjadi di Kota Cimahi, ujar rekan wartawan yang mengikuti sidang Asep Hikayat.

Berikut ini indofakta.com memaparkan nama para pejabat/personil yang terlibat/dilibatkan dalam pemberian hadiah/suap tersebut sebagai berikut :
H. Abubakar menyuruh 2 orang pejabat yaitu Weti Lembanawati dan Adyoto untuk mengumpulkan uang dari sejumlah pejabat yang telah ditentukannya untuk mendukung pencalonan istri H. Abubakar, Elin Suharliah dengan Maman Sulaiman Sunjaya menjadi Bupati/Wakil Bupati KBB periode 2018 - 2023. Kedua orang tersebut lalu menunjuk masing-masing stafnya. Selain Asep Hikayat yang telah menyetorkan uang kepada Weti pada Januari 2018, Weti dan Adiyoto pada Februari 2018 menerima uang dari beberapa Kepala Dinas/SKPD dan/atau melalui stafnya Caca Permana dan Aang Nugraha/staf Adyoto  yaitu : 1. Ludi Awaludin/Kadis Komunikasi, Informatika dan Statistik KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 2. Ade Komarudin/Kadishub KBB, Rp10 juta dan Rp 40 juta; 3. Yazid Azhar/Kepala Inspektorat KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 4. Undang Husni Thamrin/Kadis Perikanan dan Peternakan KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 5. Apung Hidayat Purwoko/Kadis LH KBB, Rp10 juta dan Rp35 juta; 6. Iing Solihin/Kadisnakertrans KBB, Rp10 juta; 7. Ade Zakir Hasim Kadis PMPTSP KBB, Rp10 juta dan Rp40 juta; 8. Ade Wahidin/Kadis Koperasi dan UMKM KBB, Rp20 juta dan Rp40 juta; 9. Sri Dustirawati/Kadis Budpar KBB, Rp65 juta; 10. Ida Nurhamida/Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Rp65 juta; 11. Anugrah/Kadis PUPR KBB, Rp50 juta; 12. Asep Sodikin/Kepala BPKD KBB Rp20 juta dan Rp45 juta; 13. Imam Santoso Mulyo Raharjo/Kadisdik KBB, Rp50 juta; 14. Adyoto, Rp40 juta; 15. Hernawan Widjajanto/Kadis Kesehatan KBB, Rp50 juta; 

Penyerahan uang oleh sejumlah pejabat tersebut  dilakukan secara bertahap. Untuk tahap kedua adalah sesudah tanggal 2 Maret 2018 diawali Weti dan Adiyoto di Hotel Summer Hills Kota Bandung menginformasikan perlu partisipasi dari para Kepala Dinas/SKPD yang jumlahnya bervariasi antara Rp50 juta - Rp65 juta untuk biaya kegiatan survey elektabilitas yang akan dilakukan PT. Indopolling Network sebesar Rp970 juta. Adapun jumlah uang iuran/partisipasi pejabat tersebut sebesar Rp695 juta.

Person berikutnya adalah Aulia Hasan Sumantri, putra H. Abubakar. Pada tanggal 12 Februari 2018, H. Abubakar meminta kepada Weti untuk menyediakan Rp100 juta yang akan digunakan untuk proses pemenangan Elin - Maman. Uang tersebut lalu diserahkan Weti melalui Aulia Hasan Sumantri. 

Person lain yang juga disebut adalah Ahmad Dahlan alias Ebun/Anggota DPRD KBB/Tim Pemenangan Elin - Maman yang menerima uang dari Weti Rp50 juta. 

Pada tanggal 9 April 2018, Adyoto mengumpulkan kembali para pejabat yang sudah menyetor uang. Dengan alasan uang yang terkumpul belum cukup, maka Asep Hikayat menyerahkan uang Rp20 juta dari yang sebelumnya telah disetornya. (Y CHS).