Wed,26 September 2018


Penyuap Bupati Bandung Barat Diadili di Tipikor Bandung

Indofakta 2018-07-04 16:32:57 Hukum / Kriminal
Penyuap Bupati Bandung Barat Diadili di Tipikor Bandung

BANDUNG  - Asep Hikayat (56) mulai diadili di Pengadilan Tipikor Bandung. Mantan Kepala BKPSDM KBB (Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat) itu didakwa telah memberikan uang sebesar Rp110.000.000,- kepada H. Abu bakar selaku Bupati KBB yang melakukan perbuatan KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang melanggar Pasal 5 angka 4 dan 6 UU RI No. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN. Akibatnya terdakwa diancam dengan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Kedua Pasal 13 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. 

Hal tersebut mengemuka dalam sidang I terhadap Asep Hikayat (4/7/2018). Dalam Surat Dakwaan No. 54/TUT.01.04/06/2018 yang dibaca kan oleh Penuntut Umum KPK Budi Nugraha, Trimulyono, M. Riduan, Feby Dwiyandospendy, Tito Jaelani, Luki Dwi Nugroho dan Dormian bahwa terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberikan hadiah atau menjanjikan sesuatu berupa uang tunai sejumlah tersebut sebagai bagian partisipasi iuran sejumlah uang dari Kepala Dinas/SKPD guna kepentingan pencalonan Elin Suharliah istri H. Abubakar Bupati KBB dan Maman Sulaiman Sunjaya melalui Wety Lembanawaty dan Adyoto untuk tetap mempertahankan jabatan terdakwa selaku Kepala BKPSDM KBB. 

Menindaklanjuti permintaan Abubakar kepada Wety memerintahkan kepada stafnya Caca Permana sedang Adyoto menyuruh stafnya Aang Nugraha. Dalam pertemuan dengan Abubakar di rumah  di Lembang Januari 2018, Bupati KBB itu menyampaikan kembali kepada Wety dan Adyoto dengan mengatakan, "Tolong dibantu untuk mengumpulkan SKPD-SKPD dan tanyakan apa SKPD bisa membantu dan berapa dibantunya ?" dan keinginan H. Abubakar tersebut disanggupi keduanya. Bahwa agar para Kepala SKPD mau mengikuti perintahnya, H. Abubakar dalam beberapa kesempatan berulangkali mengatakan " kalau tidak bisa dibina maka akan dibiasakan artinya kalau tidak loyal maka akan dipindahkan atau diganti jabatannya. 

Sebagai perwujudan loyalitas terdakwa agar jabatannya tetap dipertahankan, terdakwa kemudian menyerahkan sejumlah uang secara bertahap melalui Weti ataupun Caca Permana bertempat di lingkungan perkantoran Pemerintah KBB yang semuanya berjumlah tak kurang dari Rp110.000.000,-.

Sidang yang dipimpin Fuad Muhammadi, SH.,MH tersebut akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan para saksi karena terdakwa dan Penasehat Hukumnya tidak mengajukan eksepsi/Nota Keberatan. (Y CHS).

Berita Terkait