Wed,26 September 2018


Pengawasan KPAI Untuk Tragedi KM SINAR BANGUN: Pemerintah Penting Galakkan Parawisata Ramah Anak

Indofakta 2018-07-02 16:55:47 Serba Serbi
Pengawasan KPAI Untuk Tragedi KM SINAR BANGUN: Pemerintah Penting Galakkan Parawisata Ramah Anak
JAKARTA -- Peristiwa memilukan tenggelamnya KM Sinar Bangun setelah suasana hari raya disinyalir menelan korban lebih dari 100 orang. Salah satu penyebabnya diduga standar muatan 40 orang dipenuhi sekitar 200 orang-- keterangan Kemensos RI, 25 Juni di Jakarta. KPAI menyoroti dalam situasi seperti itu sangat mungkin korban anak-anak dan remaja mendominasi penumpang kapal tersebut untuk  menikmati libur panjang. Dalam data KPAI yang berhasil dihimpun dari BNPB bahwa korban anak-anak berjumlah sekitar 30 an orang baik yang meninggal, selamat dan dinyatakan hilang.

 

“ Pertama KPAI menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga, semoga Tuhan memberikan keikhlasan dan ketabahan,” tutur Maryati Komisoner KPAI dalam siaran pernya yang di termia redaksi,Senin ( 2/7/18 )

 

Kedua,  KPAI akan melakukan pengawasan dan Koordinasi dengan stakeholder  termasuk BODT (Badan Otorita Danau Toba) dan Pemerintah Daerah di Posko Terpadu Kecelakaan KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras Kab. Simalungun pada Senin, tgl 02 Juli 2018 Pukul 13.00 WIB

 

Ketiga KPAI memberikan dukungan secara moral kepada Basarnas untuk bekerja secara maksimal agar korban segera ditemukan secara keseluruhan. Untuk selanjutnya KPAI akan menyampaikan pentingnya pariwisata ramah anak yang menekankan aspek keselamatan dan perlindungan pada para pengguna jasa pariwisata termasuk alat perhubungan dan sarana lainnya agar memiliki wawasan dan perspektif perlindungan anak.

 

Mengingat libur panjang masih 2 minggu lagi untuk anak - anak sekolah, KPAI berharap Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia akan terus meningkatkan pelayanan pengelolaan wisata dan berupaya menerapkan pariwisata yang mengutamakan keselamatan dan perlindungan anak.( Zer/ Rls )

 

Berita Terkait