Pencarian Berita


Politik Identitas & Momok Bangsa

Politik Identitas & Momok Bangsa

SIMALUNGUN-- Pemilihan Gubernur Sumatera Utara sepertinya sudah ada politik Identitas membajak demokrasi jelas menjadi ancaman bubarnya negara ini.

   

Hal tersebut dikatakan Kurpan Sinaga salah satu aktivis 98 kepada awak media ini, Sabtu (30/6) sekira jam 15.30 wib, diutarakannya bahwa penggiat politik identitas perlu menyadari akan bahaya politik identitas ini terutama identitas agama yang menjadi ancaman perpecahan bangsa.

  

“Di kampung kami ada istilah "isoro begu" (dimakan hantu). Istilah ini digunakan untuk sesuatu yg menyimpang dari yang semestinya atau lenyap seketika. Saya kira istilah ini tepat untuk sebutan Pilgub DKI Jakarta dan Pilgub Sumut,”ujarnya.

  

Diterangkannya harus kita akui bahwa kedua Pilgub tersebut telah dibajak dengan Politik identitas. Kampanye, debat atau bicara pembangunan dalam Kekitaan sudah tidak bermanfaat, semuanya lenyap seketika dimakan hantu politik identitas kelompok.

   

Sambung Kurpan Sinaga menuturkan bahwa siapakah diantara kita yang tidak sadar kalau Pilpres 2019 dihantui politik identitas ini? Masalahnya, kalau politik identitas itu masih di lingkup lokal kota Kabupaten atau Provinsi masih bisa terselesaikan dengan berjalannya waktu.

  

“Tetapi mana kala politik identitas yang sengaja diciptakan kelompok tak bertanggungjawab ini dimainkan di tingkat nasional bukankah bangsa kita sudah pecah? Politik identitas ini jelas menjadi momok bangsa saat ini. Politik identitas ini selain membajak demokrasi jelas menjadi ancaman bubarnya negara ini,”tuturnya.

  

Lanjut Kurpan Sinaga menjelaskan bahwa Politik identitas Pilgub DKI saja telah memunculkan reaksi identitas lain sebagai imbangan khususnya di bagian Timur sana bukan? Apalagi nanti politik identitas itu dimainkan di tingkat nasional bukankah ini gendrang perang identitas? Ini bahaya mengingat perang identitas itu adalah antar kelompok yang terpisah oleh pulau dalam luas wilayah yang signifikan.    

  

“Pertanyaannya apakah negara kita akan pecah karena hasrat berkuasa orang yang tak mampu berkontestasi secara sehat? Ketidakmampuan berkontestasi sehat ini terlihat kasat mata karena debat atau adu program, integritas dan prestasi sudah ngak bermanfaat,”cetusnya.

    

Masih Kurpan Sinaga mengharapkan supaya bagi penggiat atau pendukung politik identitas perlu menyadari akan bahaya politik identitas ini terutama identitas agama. Selain ancaman perpecahan bangsa masih ada sejumlah ancaman politik identitas ini. Apa itu? Tidak perlulah diuraikan disini karena kita perlu meredam.

   

“Ini sebagai warning, mengingatkan penggiat politik identitas tidak latah lagi kedepan apalagi di Pilpres 2019. Ingat, Indonesia adalah negara koreksi penjajahan, sekarang jangan ada penjajahan diantara kita. Negara ini berdiri dengan gagasan awal sebagai mana dinyatakan dr. Tjiptomangienkoesoemo, menolak praktek eksploitasi, dominasi dan subordinasi dari satu pihak terhadap pihak lainnya dimanapun dan dalam bentuk apapun tanpa terkecuali,”Pungkasnya. (Gir)