Sat,22 September 2018


Kasus Penyerobotan Lahan di Magelang Dimenangkan PT KAI

Indofakta 2018-06-29 18:42:23 Hukum / Kriminal
Kasus Penyerobotan Lahan di Magelang Dimenangkan PT KAI

YOGYAKARTA -- PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta mengalami kerugian sebesar Rp 527 juta setelah RM Tri menyewakan tanah milik KAI di Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah, kepada orang lain: Sumadi dan Supeno, dengan tanpa hak masing-masing seluas 30 meter persegi dan 40,5 meter persegi.

Selain itu, RM Tri juga menyewakan sebidang tanah seluas 587,25 meter persegi kepada Susanto di Desa Pucung Rejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Oleh karena tidak dapat menyewakan ketiga bidang tanah itu, PT KAI (Persero) merugi hingga Rp 58 juta.

Kasus yang menimpa RM Tri itu, merupakan salah satu kasus penyerobotan lahan yang dilaporkan oleh PT KAI (Persero) melalui kuasa hukumnya dengan tuduhan menyewakan lahan tanpa hak. 

Untuk itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Magelang telah memutus perkara nomor 33/Pid.B/2018/PN.Mgg dengan terdakwa RMT dengan vonis 1 tahun 4 bulan penjara. "Karena terbukti bersalah menyewakan tanah milik PT KAI tanpa seizin pemilik," kata Eko Budiyanto, Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, yang menambahkan hal itu sudah ada hak pengelolaan lahan (HPL).

Menurut Eko Budiyanto, PT KAI (Persero) akan mengambil tindakan tegas bagi oknum yang bermain-main dengan lahan PT KAI. "Ini salah satu langkah yang diambil PT KAI melalui jalur hukum," tandas Eko di depan wartawan dalam acara jumpa pers di kantor PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, Jum'at (29/6/2018).

Diterangkan Eko, Nurbadi Yunarto dan Aksa Dian Agung selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU), sebelumnya menuntut RM Tri 1 tahun 6 bulan penjara serta membebankan biaya persidangan kepada terdakwa. 

Selain itu, JPU juga mendakwa dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. "Karena telah menyewakan tanah yang bukan haknya," tandas Eko.

Putusan Hakim ini dapat menjadi yurisprudensi bagi perkara lain, menyangkut lahan PT KAI yang diserobot oleh beberapa oknum maupun masyarakat. 

Bagi Asisten Manager Penjagaan Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Teguh Santosa, masyarakat diharapkan dapat lebih jeli dan mengambil pelajaran dari kasus ini. "Supaya selalu berhati-hati di dalam bertransaksi menyangkut tanah atau lahan milik PT KAI," kata Teguh Santosa.

Dan, saat ini sebenarnya masih banyak tanah-tanah milik PT KAI yang dikuasai oleh oknum-oknum masyarakat. Untuk itu, bagi masyarakat diharapkan bisa cek keabsahan bukti kepemilikan. "Tanyakan kepada berbagai sumber legal seperti BPN untuk menelusuri kepemilikan lahan sebelum menyewa atau membeli lahan itu," kata Teguh Santosa, yang berharap kepada masyarakat yang menjadi korban penipuan oknum  untuk melapor ke PT KAI.

Kasus yang menimpa RM Tri itu merupakan salah satu kasus penyerobotan lahan yang dilaporkan PT KAI (Persero). Dan tahap demi tahap, PT KAI akan mengambilnya kembali setelah melalui persidangan di pengadilan. (Affan)

 

 

Berita Terkait


 Terbaru