Wed,18 July 2018


Tipikor Bandung Sidangkan Mantan Bupati Subang, Dkk

Indofakta 2018-06-25 18:26:04 Hukum / Kriminal
Tipikor Bandung Sidangkan Mantan Bupati Subang, Dkk

BANDUNG - Pengadilan Tipikor Bandung akan mengadili mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Darta alias Data, Asep dan Asep Santika. Keempatnya adalah para penerima suap dari Miftahudin yang akan dituntut minggu depan. 



Sebagai persiapan nya, Pengadilan Tipikor Bandung telah registrasi dan menunjuk Majelis Hakim yang akan mengadili yaitu : Imas Aryumningsih dengan No. 60/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Bdg yang diketuai Hakim Dahmiwirda, SH.,MH, Darta alias Data dengan No. 61/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Bdg, yang diketuai M. Razzad, SH.,MH, Asep dengan No. 62/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Bdg yang diketuai H. Fuad Muhammadi, SH.,MH dan Asep Santika dengan No. 59/Pid.Sus-TPK/2018 yang diketuai Dahmiwirda, SH.,MH.

 

Keempat terdakwa merupakan para penerima suap dari Miftahudin terkait perijinan yang dikeluarkan Surat ijin prinsip untuk 2 (dua) perusahaan yang dikeluarkannya pada tanggal 2 Februari 2018. Sementara untuk ijin lokasi belum dikeluarkan sampai saat ini meski ijin tersebut belum dikeluarkan sampai saat ini. Untuk kepentingan pengurusan ijin, Miftahudin  telah memberikan uang dengan total Rp1.250.000.000,- (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) yang rinciannya Rp300.000.000,- untuk fasilitas kampanye Bupati Subang periode 2018 - 2023, Rp110.922.000.00 atau menjanjikan sesuatu yakni berupa uang sejumlah Rp1.500.000.000,00, janji pembelian Kamera Canon serta laptop Asus kepada Imas Aryumningsih selaku Bupati Subang. Lalu uang juga diberikan kepada Asep Santika selaku Kepala Bidang Perijinan pada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal  Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Subang Rp40.000.000,00 dan Data alias Darta Rp824.078.000.00 dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yaitu supaya Imas Aryumningsih selaku Bupati Subang menerbitkan ijin prinsip dan ijin lokasi untuk PT. PBM (Pura Binaka Mandiri) dan PT. ASP (Alfa Sentra Property). 



Awalnya sekitar Januari 2016, Data dipertemukan dengan H. Soni oleh Wawan Sutarmas. Dalam pertemuan itu H. Soni mengatakan ada temannya bernama Miftahudin yang mengurus ijin perusahaan nya. Data lalu diajak ke kantor Miftahudin di jalan Sedayu No. 109 Subang. Dalam pertemuan itu Miftahudin mengatakan sedang mengurus ijin prinsip perusahaannya PT. PBM seluas 105 ha dan PT ASP seluas 75 ha. Miftahudin juga menyampaikan bahwa terdapat juga ijin perusahaan PT. SC (Surya Cipta) di lahan yang sama. Hal ini disampaikan Data kepada Imas.



Lalu, Data membawa Miftahudin ke rumah dinas Wakil Bupati Subang. Dalam pertemuan,  Imas mengatakan dapat dibantu kalau sesuai prosedur. Setelahnya Data mendatangi kantor Miftahudin dengan menawarkan pengurusan ijin kedua perusahaan dengan harga Rp2.500/m2 dikali 180 ha = Rp4,5 milyar. 



Bahwa uang yang telah diterima oleh Data dipergunakan untuk Pemasangan Baliho dengan gambar Imas Aryumningsih sebagai calon Bupati Subang periode 2018 - 2023 sebesar Rp10.000.000.00,  Sewa mobil Alphard untuk kampanye Imas Rp20.000.000.00, Pembuatan foto branding Imas dan Sutarno Rp11.200.000.00, Sawer Musik saat Penetapan Imas jadi calon Bupati Subang Rp5.000.000.00, Biaya bensin, makan minum dan sebagainya Rp64.722.000.00. Selain untuk keperluan Imas, Data juga membagi ratusan juta rupiah kepada sejumlah orang di lingkungan DPMPTSP dan sebagainya. 



Miftahhudin sebagai pemberi suap didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) (a) atau (b) atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Sementara itu Imas Aryumningsih, Darta alias Data, Asep dan Asep Santika dikenakan Pasal 11 UU RI No. 31Tahun 1999 jo. UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(Y CHS). 

Berita Terkait