Sat,22 September 2018


Panwascam harus Bertindak Bila Ada Indikasi Kecurangan

Indofakta 2018-06-24 20:44:13 Politik
Panwascam harus Bertindak Bila Ada Indikasi Kecurangan
SIMALUNGUN -- Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara tinggal tiga hari lagi sehingga untuk mensukseskan Pilgub tersebut pihak penyelenggara harus berintegritas, jujur dan adil dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

   

Apalagi hari ini sudah memasuki hari tenang selama tiga hari sebelum pelaksanaan pemilihan, segala jenis alat peraga kampanye (APK) sudah harus ditertibkan serta kegiatan Pasangan calon (Paslon) maupun tim suksesnya dipastikan tidak ada lagi.

   

Hal tersebut dikatakan Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran (PP) Panwaslih Kabupaten Simalungun, Michael Richard Siahaan SH didampingi narasumber (narsum) Ketua Studi Otonomi Politik Demokrasi (Sopo), Kristian Silitonga SH dan Owner media Dekrit.com, Rindu Marpaung SPd dihadapan 96 personil Panwascam se Simalungun saat Rakernis di Convention Hall, Siantar Hotel, Kota Siantar, Minggu (24/6) sekira Jam 14.00 wib.

    

“Memasuki hari tenang ini, kita tidak bisa tenang, melainkan Paslon, kita lebih meningkatkan pengawasan dengan menertibkan APK harus dibersihkan semuanya dan awasi manakala ada kegiatan Paslon atau tim suksesnya,”ujarnya.

    

Masih Michael Siahaan berharap personil Panwas tidak ada yang sakit saat melakukan pengawasan sehingga dibutuhkan kesehatan yang prima demi pencegahan bilamana ada indikasi pelanggaran.

   

”Panwas dilarang sakit, jika sakit siapa yang mengawasi, semoga kita semua diberikan kesehatan oleh Tuhan, selamat bertugas jika ada indikasi pelanggaran, segera dilaporkan, buatkan dokumentasi serta jangan lupa buat laporan hasil pengawasan pemilihan (LHPP),”tegasnya.

   

Sementara Ketua Studi Otonomi Politik Demokrasi (Sopo) Siantar-Simalungun, Kristian Silitonga, dalam paparannya ada beberapa cacatan penting terkait tupoksi pengawasan Pilkada.

    

“Pilgub Sumut 2018 ini hanya dua Paslon, head to head, dikwatirkan ada kecurangan,sifat pertempuran menjadi pertandingan saling mengalahkan bukan mencari yang terbanyak, sehingga sangat menghalalkan segala cara,”sebutnya.

    

Masih Kristian Silitonga menjelaskan untuk menang saling menjatuhkan sehingga praktek dilapangan menjadi radikal sehingga diharapkan tugas lembaga pengawas lebih jeli sehingga dibutuhkan kualitas atau ketegasan serta integritas pengawasan yang kuat.”Biarlah Panwas menjadi benteng mencegah kecurangan dan tidak terguda dengan politik pragmatis,”sarannya.

   

Lanjut Kristian menerangkan sejatinya kelembagaan atau person yang melakukan pengawasan cenderung akan tidak disukai oleh para pihak yang terlibat dengan Pilkada.”  

  

“Konsekuensi Panwas esensinya akan dibenci oleh orang atau kompetisi dengan tim suksesnya, karena logikanya orang tidak suka diawasi atau diintai, jangan berkecil hati demi menegakkan proses keadilan,”terangnya.

   

Lanjut Kristian Silitongan menjabarkan dalam konteks Pilgubsu ada beberapa isu yang penting dicermati yakni issu politik uang dan aneka turunannya maka perkembangan zaman mengalami metamorpora, jadi Panwas lebih berimprovisasi, oleh karena itu Panwas jangan mau disusupi para pihak.  

   

Kemudian Issu netralitas ASN juga ditemukan banyak kasus ASN ketidak netralitas terlibat dalam kanca perpolitikan yang tidak praktis. “Issu Politasasi SARA memang ini sulit untuk didetiksi, Panwas diminta sebagai agen pencerahan, kami berharap bisa menetralisasi issu tersebut tersebut, karean ini dampaknya hingga sampai masa pilkada yang akan datang,”ucapnya.

    

Rindu Marpaung dalam paparannya mengatakan Panwascam sebaiknya berkordinasi dengan media menuju pelaksanaan Pilkada yang jujur dan adil.    

  

“Karena kordinasi sama pers eloknya lebih mesra lagi karena lebih dekat dengan fungsinya sama-sama mengawasi, kegiatan dapat diekspos sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku kecurangan tersebut, efeknya ada meminimalisir niat curang,”cetusnya.

  

Ditambahkanya jika ada melihat indikasi kecurangan, Panwas harus bertindak untuk melakukan pencegahan.”Kalau kita lihat ada indikasi gonggong saja atau teriaki kalau ada masalah, datangi lalu selidiki, ini merupakan tindakan preventif, jangan masalah dulu baru datang, tunjukkan kualitas pengawasan, ini menjadi pergumulan dalam praktek yang terjadi,”tandasnya.(Gir)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait


 Terbaru