Tue,17 July 2018


UAD Yogyakarta Gelar Syawalan

Indofakta 2018-06-24 07:26:42 Edukasi
UAD Yogyakarta Gelar Syawalan

YOGYAKARTA -- Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan dan libur Idul Fitri 1439 Hijriyah, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan syawalan, diikuti seluruh dosen dan karyawan, Sabtu (23/6/2018), di Auditorium Kampus 1 UAD, Jl. Kapas 9, Semaki, Yogyakarta.

 

Selain itu, juga berlangsung pelepasan 19 calon jamaah haji dari UAD Yogyakarta, dengan tausiyah disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si, yang menyampaikan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai silaturahmi secara lebih berkualitas, baik di keluarga, masyarakat, UAD, bahkan kehidupan keumatan dan kebangsaan.

 

Bagi Haedar Nashir, silaturahmi adalah nilai yang selalu dijunjung tinggi, yang sudah menjadi budaya kolektif. "Esensinya menautkan persaudaraan, baik yang diikat kekeluargaan maupun hubungan sosial,” papar Haedar, yang menambahkan saat ini silaturahmi bisa dijalin melalui media sosial.

 

Saat ini, media sosial dapat dimanfaatkan untuk berbagi pada hal-hal yang menyangkut kebajikan. Dan, ujian dalam bermedia sosial adalah akhlak yang buruk. "Ini harus dihindari, sebab media sosial itu bebas," tandas Haedar, yang menerangkan media ini banyak mereproduksi dan memproduksi hal-hal yang memicu disintegrasi. 

 

Rektor UAD, Dr. Kasiyarno, M.Hum, sebelumnya menyinggung ketidakhadiran dosen dan karyawaan di hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran.  

 

Gedung dan fasilitas yang bagus, bagi Kasiyarno, belum mempengaruhi kinerja menjadi lebih baik. “Kampus perlu dikelola dengan baik, apalagi swasta, harus kerja ekstra,” tegas Kasiyarno, yang berharap etos kerja di UAD terus ditingkatkan agar perguruan tinggi ini lebih maju dan dikenal secara nasional maupun internasional. 

 

Di sisi lain, Dr. Bambang Supriyadi, CES, DEA, Ketua Kopertis Wilayah V DIY,  mengharapkan kepada UAD untuk menambah dosen bergelar doktor demi meningkatkan kualitas. 

 

Saat ini, UAD Yogyakarta merupakan salah satu dari 68 perguruan tinggi yang telah terakreditasi A di Indonesia.

 

Berkaitan dengan apa yang disampaikan Ketua Kopertis Wilayah V DIY itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si, mengajak pengelola Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) untuk melipatgandakan kualitas.

 

Haedar pun merasa bangga atas prestasi yang diraih Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang telah meraih akreditasi institusi dengan nilai A. 

 

Dari 4.500 lebih perguruan tinggi se-Indonesia, menurut Haedar Nashir, hanya 68 perguruan tinggi terakreditasi A. Dan dari 68 perguruan tinggi itu, hanya 27 perguruan tinggi swasta dan enam di antaranya berada di Yogyakarta, dua di antaranya adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang terakreditasi A.

 

Rektor UAD Dr. Kasiyarno, M.Hum menilai etos kerja di lingkungan UAD harus terus ditingkatkan agar perguruan tinggi ini lebih maju dan dikenal secara nasional maupun internasional. Selain itu, dosen dan staf diharapkan memberikan perhatian kepada mahasiswa. "Sebab, pelayanan yang baik merupakan promosi kepada masyarakat," papar Kasiyarno. (Affan)

Berita Terkait