Sat,22 September 2018


Mayat Kakak Ipar Ditemukan, Edis Manik Tewas Gantung Diri

Indofakta 2018-06-21 14:37:42 Hukum / Kriminal
 Mayat Kakak Ipar Ditemukan, Edis Manik Tewas Gantung Diri

SIMALUNGUN-- Setelah satu malam melakukan pencarian keberadaan korban Berta boru Rajagukguk, akhirnya ditemukan meninggal dunia terkubur di perkebunan sawit milik masyarakat, sekitar rumahnya di Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6) sekira Jam 06.00 wib.

   

Anehnya, setelah korban Berta boru Rajagukguk ditemukan oleh masyarakat bersama adik ipar korban, Edis Manik, pria berusia 44 tahun warga penduduk Huta III, Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas ini malah langsung permisi pulang kerumahnya dengan alasan untuk makan.

 

Namun Sekira Jam 10.00 wib, istri Edis Manik bernama Besta boru Aritonang, menyusul pulang kerumahnya, setiba dirumah, alangkah terkejutnya, Besta boru Aritonang melihat suaminya Edis Manik sudah terbujur kaku tergantung di dapur rumahnya dengan posisi leher terikat seutas tali nilon ke broti seng dapur rumah.

 

Sontak bertambah panik, istri korban sadar bahwa suaminya telah pergi meningalkannya selama lamanya bersama anak anaknya, Besta boru Aritonang pun memeluk jasad korban yang masih tergantung sambil menjerit histeris minta pertolongan kepada warga tetangga.

 

Mendengar jeritan tersebut, warga tetangga korban mendadak heboh berbondong bondong memadati rumah duka serta langsung menghubungi pihak kepolisian.

 

Diketahui dalam satu hari tersebut telah terjadi dua kejadian yang menimpa pada satu keluarga yakni penemuan mayat Berta boru Rajagukguk terkubur di perkebunan sawit masyarakat dan bunuh diri gantung diri atas nama Edis Manik yang merupakan adik ipar korban Berta boru Rajagukguk.

 

Tak berapa lama, setelah Personil Polsek Bosar Maligas menerima laporan kejadian, langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud mengevakuasi korban dengan menurunkan jasad korban dari gantungan serta memintai sejumlah keterangan dari saksi saksi.

    

Kapolsek Bosar Maligas, AKP Rahidin Siregar saat dikonfirmasi melalui selulernya, Rabu (20/6) sekira Jam 15.00 wib, membenarkan kejadian tersebut.

 

"Sesuai dengan keterangan dari saksi saksi bahwasanya sejak awal dilakukan pencarian keberadaan korban Berta boru Rajagukguk karena telah hilang Senin (18/6) kemarin, lalu ditemukan sudah tak bernyawa, Selasa (19/6) sekira Jam 06.00 wib dalam kondisi terkubur di perkebunan sawit milik warga,"ujarnya.

 

Sambung AKP Rahidin Siregar menuturkan dari keterangan saksi saksi, Edis Manik diduga pelaku pembunuhan terhadap kakak iparnya Berta boru Rajagukguk, dimana pada saat jasad Berta boru Rajagukguk ditemukan, Edis Manik tampak gelisah dan buru-buru pulang kerumahnya dengan alasan untuk makan.

 

"Setelah kita kumpulkan data bahwa sebelumnya antara Edis Manik dengan Berta boru Rajagukguk istri abang kandungnya itu pernah berselisih paham, jadi dugaan sementara Edis Manik nekad gantung diri karena takut perbuatannya terhadap kakak iparnya terungkap,"terang perwira balok tiga emas dipundaknya itu. (Gir)

Berita Terkait


 Terbaru