Sat,22 September 2018


Warga Desa Linggah Ziarah di Makam Kesultanan Batu Layang Pontianak

Indofakta 2018-06-20 19:46:05 Daerah
Warga Desa Linggah Ziarah di Makam Kesultanan Batu Layang Pontianak

PONTIANAK -- Ziarah kubur merupakan tradisi dalam setiap perayaan hari raya Idul Fitri, khususnya bagi masyarakat Dusun Sampang Baru Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu raya. Setiap tahunnya melakukan ziarah kubur di makam kesultanan Pontinak, tepatnya di Batu Layang Siantan.

Tradisi ini menjadi hal yang wajib bagi masyarakat Desa lingga, karena ziarah ini selain mencari barokah, juga membangun rasa kebersamaan antar masyarakat, baik itu anak-anak, pemuda ataupun tokoh masyarakat.

Ziarah kubur di makam kesultanan Pontianak juga merupakan bentuk penghormatan bagi Sultan Syarif Abdurrahman Alqadri selaku pendiri Kota Pontianak, karena beliau merupakan ulama’ besar di Pontianak. “Sudah sepatutnya kita mengenang jasa-jasa beliau dengan datang dan berziarah ke makam beliau," ujar Mubassyir Qulub selaku tokoh pemuda dan koordinator kegiatan tersebut.

Selain mengandung nilai-nilai relegius, tradisi ini juga memiliki keunikan tersendiri dimana, masyarakat Desa Lingga menggunakan Motor Air atau sering disebut Motor klotok dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam Lebih dari Desa lingga menuju Makam kesultanan Pontianak tersebut yang mana motor Air menjadi alat tranportasi utama warga desa lingga ketika mau ke kota 15 tahun yg lalu. 

Kegiatan ziarah kubur ini juga bagian dari pengenalan siapa sebenarnya pendiri Kota Pontianak khususnya bagi anak-anak terkait dengan sejarah Pontianak yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah ziarah dari batu layang kegiatan ini di lanjutkan ke Masjid Sultan Abdurrahman Kampung dalam Pontianak untuk melakukan shalat berjamaah sekaligus belajar sejarah singkat tentang pendiri kota Pontianak ini.

"Kegiatan ini akan berlangsung setiap satu tahun sekali dan  jumlah sekitar 500 orang dalam satu Motor Air atau Motor Klotok dan Insyaallah akan di koordinatori oleh pemuda Sampang Baru," tegas Mubassyyir Qulub saat dimintai keterangan di lokasi tersebut. Rabu (20/06).

Khuzeini salah satu tokoh pemuda disana berpendapat, "sangat senang dan bahagia dengan agenda ini karena berkat kekompakan pemuda bisa mengakomodir keinginan masyarakat Desa Lingga."(ferdio/rls)

Berita Terkait


 Terbaru