Sat,23 June 2018


Kejati Jawa Barat Didesak Usut Proyek "Mangkrak" Gedung Rumah Budaya

Indofakta 2018-06-13 19:10:11 Hukum / Kriminal
Kejati Jawa Barat Didesak Usut Proyek

BANDUNG  - Kajati Jabar diminta usut proyek ‘Mangkrak’ Pembangunan Gedung Rumah budaya Cibiru Kota Bandung Provinsi Jawa Barat terindikasi syarat penyimpangan.

Pasalnya Proyek yang ditenderkan pada tahun 2017 lalu hingga kini masuh belum selesai dikerjakan alias terlantar.

Informasi yang berhasil dihimpun bahwa Proyek pembangunan rumah budaya Cibiru yang ditampung di APBD TA 2017 Kota Bandung tersebut dengan pagu senilai Rp17.304.691.127,00,- Sebagai pelaksana kegiatan tersebut dilakukan  oleh PT. Tahta Djaga Internasional yang beralamat di Jalan Cikutra Kota Bandung.

Untuk menggali informasi mengenai pembangunan Rumah Budaya Cibiru yang saat ini belum selesai kru media ini beserta DPP LSM Jarak melakukan investigasi lapangan selama 2 (dua hari) yaitu tanggal 12 - 13/6/2018. Namun sangat disayang kan Saat indofakta.com  beserta LSM Jarak mau memasuki lokasi tidak di izinkan oleh pihak security yang berjaga di depan.

“Pak Kami mau cek kegiatan pembangunan Rumah Budaya Cibiru, sebut Asep Irwan Sekjen LSM Jarak yang mau melakukan investigasi. Namun sang security yang bertugas tersebut melarang. "Maaf ya kalau mau masuk dan ambil gambar harus izin dari dinas," sebutnya dengan nada arogan.

Kemudian saat ditanya aturan mana yang digunakan security tersebut mengatakan bahwa ini sudah diperintahkan oleh Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Kota Bandung. "Semua wartawan dan LSM yang mau memasuki tempat ini (Rumah Budaya Cibiru) harus izin Kepala Dinas dulu," tambah security tersebut.

Mendapat pengalaman tersebut, Sekjen DPP LSM Jarak mengecam tindakan yang dilakukan oleh Disbudpar Kota Bandung tersebut. ”Saya sengaja menerjunkan Team Investigasi untuk mengecek Pembangunan Rumah Budaya Cibiru namun saya beserta Team tidak diperbolehkan memasuki lokasi pekerjaan yang bersumber dari uang rakyat tersebut, kita akan melaporkan hal ini karena diduga kuat pengerjaan Rumah Budaya Cibiru sarat akan KKN karena pihak PT Tahta Djaga Internasional sangat tertutup pada publik, " ujar Asep Irwan.

Dirinya juga berharap agar Kajati Jabar segera membentuk Tim Pidsus untuk turun  mengusut proyek ‘Mangkrak’ yang diduga telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan Negara ini, tandasnya. 

Saat dimintai tanggapannya melalui Whatsappnya, hingga berita ini ditayangkan, Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari belum memberi jawaban.(Y CHS).

Berita Terkait