Tebus SKHUN & Raport, SMPN 1 Hatonduhan Kutip Rp 170 Ribu

 Sun,19 August 2018


Tebus SKHUN & Raport, SMPN 1 Hatonduhan Kutip Rp 170 Ribu

Indofakta 2018-06-10 15:55:25 Edukasi
Tebus SKHUN & Raport, SMPN 1 Hatonduhan Kutip Rp 170 Ribu
SIMALUNUGUN -- Ternyata sekolah Negeri di Kabupaten Simalungun masih banyak melakukan pemungutan liar (Pungli), padahal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melarang Sekolah Negeri melakukan pungutan yang memberatkan orangtua siswa.

  

Orangtua siswa yang diminta namanya dirahasiakan kepada awak media ini mengenyesalkan tindakan kepala Sekolah SMP Negeri 1 Hatonduhan boru Simamora karena telah melakukan pemungutan liar (pungli) kepada siswa sebesar Rp 170 ribu.

   

“Dengarlah ito, sama anakku dikutip Rp 150 untuk menebus SKHUN, trus menebus Raport dikutip Rp 20 ribu, totalnya Rp 170 ribu, apa boleh di sekolah Negeri ada pengutipan, heran aku di Simalungun ini banyak kali Pengutipan,”ujarnya.

   

Masih orangtua siswa menerangkan bahwa penghasilannya Cuma pas-pasan sehingga ia merasa terbebani atas pengutipan sekolah SMP Negeri 1 Hatonduhan tersebut.

   

“Padahal uang pas-pasan, itu pun mau belanja untuk masak didapur aja, mau tak mau terpaksa aku kasilah sama anakku untuk membayarnya ke Sekolah, kalau ngak dikasih, SKHUN sama Raport akan ditahan,”cetusnya.

   

Diketahui sebelumnya Pemerintah Pusat sudah menegaskan bahwa di sekolah Negeri tidak dilarang melakukan pungli. Hal tersebut tercantum sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 60 tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan pada sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

  

Dimana pemerintah sudah memberikan bantuan yaitu biaya operasional sekolah (BOS) dan biaya investasi yaitu biaya untuk pembangunan perpustakaan dan rehab gedung sekolah dan bantuan lainnya.

  

Kepala sekolah SMP Negeri 1 Hatonduhan boru Simamora saat dikonfirmasi melalui selulernya,menepis ungkapan keluhan orangtua siswa itu.”Kami tidak ada mengutip uang sama siswa, itu tidak benar,”elaknya. (Gir)

 

Berita Terkait