Sat,23 June 2018


Pengadilan Tipikor Bandung Beri Kesempatan George Gunawan

Indofakta 2018-06-05 16:36:57 Hukum / Kriminal
Pengadilan Tipikor Bandung Beri Kesempatan George Gunawan

BANDUNG - Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas I A Khusus masih memberi kesempatan kepada George Gunawan dan Tim Penasehat Hukumnya untuk mengajukan Nota Pembelaan/Pledoi pada hari Rabu, 6/6/2018). Untuk  Putusan, Majelis Hakim yang diketuai Sudira, SH.,MH tersebut tetap akan memutus perkaranya pada hari Kamis, 07 Juni 2018. 

 

Hal tersebut mengemuka dalam sidang perkara Tindak Pidana Korupsi dengan terdakwa George Gunawan (61). Sidang yang seyogyanya mendengar Nota Pembelaan tersebut akhirnya diundur sampai besok. Belum selesainya penyusunan Nota Pembelaan disampaikan  Tim Penasehat Hukum yang belum selesai membuat konsep Nota Pembelaan. "Kami belum selesai menyusun Nota Pembelaan, baru sampai 120 halaman." ujar salah satu anggota Tim Penasehat Hukum George Gunawan kepada Ketua Majelis, Sudira.  Ditambahkan oleh Penasehat Hukum bahwa pihak nya baru bekerja selama 3 hari dari 5 hari yang diberikan waktu oleh Majelis Hakim. Sebelumnya   Tim Penasehat Hukum merasa tidak adil bahwa Tim JPU diberi kesempatan waktu yang panjang untuk menuntut terdakwa sementara pihaknya hanya 3 hari (5/6/2018).

 

Majelis Hakim kelihatan tidak terpengaruh dengan keberatan Tim Penasehat Hukum tersebut. Hal ini mengingat masa tahanan terdakwa yang hampir habis karena masa libur yang panjang. 

 

Sebagaimana diberitakan indofakta bahwa Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut terdakwa George Gunawan agar dihukum pidana penjara selama 6 (enam) tahun dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Terdakwa juga dikenakan pidana denda sebesar Rp200.000.000,- subsider selama 3 (tiga) bulan kurungan. Semua bukti sebanyak 104 buah tetap terlampir untuk dipergunakan dalam perkara lain. Dalam hal ini terdakwa terbukti telah melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sesuai Dakwaan Subsidair. 

 

Hal tersebut dipaparkan Tim JPU Yosep, SH dan Fadli, SH dihadapan Majelis Hakim (30/5/2018). Terdakwa dalam kapasitasnya selaku Direktur Utama PT. Tambak Mas Makmur bersama-sama dengan Dominico Savio Suyanto alias Iyan Savio telah melakukan tindak pidana korupsi pada tanggal 12 September 2012 sampai dengan tanggal 01 November 2015, bertempat di Desa Bungko dan Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon adalah sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan tindak pidana korupsi. Tak kurang dari Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah) dalam bentuk barang milik negara.  Perbuatan Terdakwa adalah menguasai peralatan Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko  dan Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang. Y CHS).

Berita Terkait