Wed,17 October 2018


Jam Intel:Tabur 31.1 Sudah Amankan 111 Pelaku Tindak Pidana

Indofakta 2018-05-31 07:22:54 Hukum / Kriminal
Jam Intel:Tabur 31.1 Sudah Amankan 111 Pelaku Tindak Pidana
JAKARTA  – Tangkap Buron ( Tabur ) 31.1 adalah bentuk komitmen Kejaksaan menuntaskan penanganan perkara pidana,dimana setiap Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) dibebani tanggung jawab untuk setidaknya menangkap satu buronnan pelaku kejahatan ( baik yang berstatus tersangka,terdakwa dan terpidana ) setiap bulannya.

 

Hal itu disampaikan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM - Intel) Dr Jan S Maringka usai acara buka bersama yang digelar di lingkungan intelijen Kejaksaan Agung,Jakarta,Rabu ( 30/5/18 )

 

 Lebih lanjut dia katakan, Jajaran Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) sampai Mei 2018 sudah berhasil menangkap 111 buronan tindak pidana baik tersangka, terdakwa, dan terpidana.

 

“Dengan adanya program tabur 31.1 tidak ada tempat yang aman bagi pelaku pidana,” kata Jan S Maringka.

 

Ia menjelaskan, melalui Program Tangkap Buron 31.1 (Tabur 31.1) yang diketuai Yunan Harjaka, Direktur Teknologi Informatika dan Produksi Intelijen Kejagung, Korps Adhyaksa berkomitmen untuk menuntaskan penanganan perkara pidana.

 

 “Sampai saat ini kita terus bekerja untuk menangkap buron melalui program Tabur 31.1,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur Sosial Budaya dan Masyarakat pada Jamintel Kejagung, M Yusuf, mengatakan, tim intelijen Kejagung hingga saat ini sudah memusnahkan ratusan komik berbahasa China bergambar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender).

 

“Sudah dimusnahkan pada 15 Mei 2018 di Cengkareng, Jakarta Barat,” katanya.

 

Dilanjutkannya, ratusan komik itu merupakan bagian dari 14 ribu produk yang terdiri dari buku dan CD berbau pornografi, berita penyebar permusuhan, kalender dan kaos. “Produk yang dimusnahkan itu diduga telah mengganggu ketertiban dan keamanan,” tandasnya.

 

Sebelumnya, Tim intelijen Kejaksaan Agung menemukan ratusan komik berbahasa China bergambar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Komik-komik itu ditemukan berkat penempatan jaksa intelijen di berbagai titik, termasuk pelabuhan-pelabuhan.(Zer)

 

 

 

Berita Terkait


 Terbaru