Sat,23 June 2018


Terkait Korupsi Budidaya Udang, George Gunawan Dituntut Enam Tahun

Indofakta 2018-05-30 18:50:33 Hukum / Kriminal
Terkait Korupsi Budidaya Udang, George Gunawan Dituntut Enam Tahun

BANDUNG - Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut terdakwa George Gunawan (61) agar dihukum pidana penjara selama 6 (enam) tahun dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Terdakwa juga dikenakan pidana denda sebesar Rp200.000.000,- subsider selama 3 (tiga) bulan kurungan. Semua bukti sebanyak 104 buah tetap terlampir untuk dipergunakan dalam perkara lain. Dalam hal ini terdakwa terbukti telah melanggar Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana sesuai Dakwaan Subsidair. 

 

Hal tersebut dipaparkan Tim JPU Yosep, SH dan Fadli, SH dihadapan Majelis Hakim (30/5/2018). Terdakwa dalam kapasitasnya selaku Direktur Utama PT. Tambak Mas Makmur bersama-sama dengan Dominico Savio Suyanto alias Iyan Savio telah melakukan tindak pidana korupsi pada tanggal 12 September 2012 sampai dengan tanggal 01 November 2015, bertempat di Desa Bungko dan Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon adalah sebagai orang yang melakukan atau turut melakukan tindak pidana korupsi. Tak kurang dari Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah) dalam bentuk barang milik negara.  Perbuatan Terdakwa adalah menguasai peralatan Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko  dan Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang.

 

Pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi Tambak Usaha Budidaya (Denfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Barang-barang tersebut dibawanya ke Jakarta yang kemudian sebanyak 100 unit mesin pompa diamankan oleh Penyidik dan ditempatkan di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon. 

 

Sidang perkara pidana korupsi dengan No.13/Pid.Sus -TPK/2018/PN. Bdg tanggal 25/1/2018 dipimpin oleh Sudira, SH dengan Hakim Anggota, Tardi, SH, Judianto, SH, Lindawati, SH dan H. Marsidin Nawawi, SH akan dilanjutkan pada 05 Juni 2018 dengan agenda pembacaan Nota Pembelaan/Pledoi oleh terdakwa dan atau Tim Pengacaranya. Selanjutnya Putusan akan dibacakan pada tanggal 07 Juni 2018.(Y CHS).

Berita Terkait