Fri,19 October 2018


BPJS Kesehatan Tingkatkan Cakupan Kepesertaan

Indofakta 2018-05-18 20:13:51 Kesehatan
BPJS Kesehatan Tingkatkan Cakupan Kepesertaan

YOGYAKARTA -- Dalam rangka program donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

 

"Hal ini guna meningkatkan cakupan kepesertaan di Kota Yogyakarta," kata Andayani Budi Lestari, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Jum'at (18/5/2018).

 

Di depan Wakil Walikota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi, MA, Andayani Budi Lestari, mengatakan, sebagai badan yang diamanahkan untuk menyelenggarakan Program JKN-KIS, maka BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kepesertaan mencapai cita-cita universal health coverage (UHC) pada 1 Januari 2019.

 

"Untuk itu, seluruh penduduk diharapkan telah mendapatkan jaminan sosial kesehatan yang akan melindungi tidak hanya kesehatan, tapi juga finansial ketika dilanda sakit," kata Heroe Poerwadi.

 

Menurut Wakil Walikota Yogyakarta, sebanyak 1.000 jiwa pedagang pasar Beringharjo beserta anggota keluarganya didaftarkan menjadi peserta Program JKN-KIS melalui alokasi dana Corporate Social Responcibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 306 juta selama setahun ke depan.

 

"Kami sampaikan terimakasih kepada BRI sebagai salah satu mitra BPJS Kesehatan yang telah memberikan donasi melalui dana CSR BRI yang digunakan untuk pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS bagi pedagang pasar Beringharjo beserta anggota keluarganya," kata Heroe Poerwadi.

 

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi, MA, menyaksikan penandatanganan kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tentang penyaluran CSR PT BRI Tbk sebagai donasi JKN-KIS bagi 1.000 pedagang pasar Beringharjo di ruang Nusa Indah Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta, Jum'at (18/5/2018).

 

Pada kesempatan itu diserahkan KIS kepada perwakilan pedagang pasar Beringharjo yang didaftarkan melalui Program Donasi JKN-KIS.

 

Kerjasama yang terjalin baik selama ini, diharapkan tidak hanya terbatas pada perluasan peserta saja. Melainkan juga mampu menyukseskan penyelenggaraan program JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan bagi seluruh masyarakat Kota Yogyakarta.

 

"Kerjasama yang kita bangun ini sesungguhnya merupakan bukti nyata nilai gotong-royong bangsa Indonesia yang berkomitmen memajukan kehidupan bangsanya," kata Andayani Budi Lestari.

 

Program donasi JKN-KIS merupakan program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara perseorangan atau badan usaha dan lembaga lain yang bertujuan mewujudkan kepedulian kepada masyarakat di lingkungannya melalui kontribusi pendaftaran keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

 

"Program donasi JKN-KIS ini merupakan wujud dari prinsip gotong-royong dan kepedulian kepada sesama demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat," papar Andayani Budi Lestari.

 

Lebih lanjut Andayani menjelaskan, meningkatnya jumlah cakupan kepesertaan harus diiringi dengan peningkatan kualitas layanan di seluruh aspek layanan pelanggan.

 

"Untuk itu dibutuhkan dukungan dan sinergitas seluruh stakeholder, baik itu pemerintahan, organisasi masyarakat dan keagamaan, badan usaha, fasilitas kesehatan, asosiasi profesi dan bank mitra," jelas Andayani, yang berterima kasih kepada Pemkot Yogyakarta karena akan mendaftarkan seluruh penduduknya menjadi peserta Program JKN-KIS.

 

Menurut Wakil Walikota Yogyakarta, Drs Heroe Poerwadi, MA, Kota Yogyakarta tercatat sudah mencapai universal health coverage (UHC) pada 1 November 2017 dengan cakupan kepesertaan minimal 95 persen dari total jumlah penduduk.

 

Berdasarkan data masterfile kepesertaan BPJS Kesehatan, cakupan peserta JKN-KIS di Kota Yogyakarta per 30 April 2018 sebanyak 395.079 jiwa dari total jumlah penduduk sebanyak 410.921 jiwa atau 96,14%.

 

"Sehingga diperlukan langkah-langkah untuk mengoptimalkan kepesertaan JKN-KIS di Yogyakarta," tandas Heroe Poerwadi, yang menambahkan salah satunya dari segmen pekerja bukan penerima upah melalui program donasi atau CSR.

 

Selain melalui program donasi, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai macam langkah strategis dalam rangka menuju UHC pada 1 Januari 2019. Dengan memperluas kanal ataupun akses pendaftaran serta pembayaran iuran.

 

Dari sisi pelayanan kesehatan di wilayah DIY, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan 374 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 61 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Khusus di Kota Yogyakarta terdapat 12 FKRTL dan 59 FKTP terdiri atas 18 puskesmas, 11 dokter praktik perorangan, 19 klinik pratama, 4 klinik TNI/Polri dan 7 dokter gigi. (Affan)

 

Berita Terkait


 Terbaru