Sat,26 May 2018


Bacaleg Partai Gerindra Kota Bandung Meradang Ada Indikasi Penarikan Pungutan Ilegal

Indofakta 2018-05-13 19:38:40 Politik
Bacaleg Partai Gerindra Kota Bandung Meradang Ada Indikasi Penarikan Pungutan Ilegal

JABAR - Menjelang Pileg tahun 2019, beberapa Parpol di Kota Bandung sudah mempersiapkan formasi untuk para calon legislatif, salah satunya Partai Gerindra.

 

Namun, untuk di DPC Gerindra Kota Bandung, sangat disayangkan karena ada indikasi adanya penarikan pungutan ilegal.

 

Hal ini, diungkapkan Bacaleg Partai Gerindra Kota Bandung, masing-masing Herru dan Danj Gumilar dalam keterangannnya kepada wartawan, Minggu (13/5).

 

Heru, dalam keterangannya memaparkan DPC Partai Gerindra Kota Bandung telah menggelar seleksi Bacaleg untuk DPRD Kota Bandung. Tahap seleksi diikuti 75 orang. Selanjutnya, dari yang ikut seleksi tersebut akan ditetapkan 50 orang untuk menjadi Daftar Pemilih Sementara (DCS).

 

Dalam proses tersebut, ada kejanggalan yaitu pendaftar dalam batas waktu 20 Mei 2018, wajib menyerahkan uang sebesar Rp. 5.130.000,-,. Menurut informasi yang didapat dari pengurus DPC Partai Gerindra Kota Bandung, uang yang dipungut itu nantinya diperuntukkan untuk para caleg sendiri di Pileg mendatang diantaranya untuk dukungab uang saksi dan kegiatan operasional lainnya.

 

Dengan penentuan batas waktu penyetoran tersebut, sarat kejanggalan karena dari 75 pendaftar, hanya 50 orang yang akan lolos, untuk yang 25 orang yang tidak lolos uang yang disetor bagaimana nasibnya, imbuh Heru.

 

Sementara itu, Danny dalam keterangannya menambahkan kejanggalan nampak juga dalam tahap pendaftaran. Untuk pendaftaran diminta uang Rp.500.000,- ,padahal 5 tahun lalu uang pendaftaran hanya Rp. Rp.50.000,-.

 

Kejanggalan berikutnya, dalam pengembalian formulir yang dipungut Rp. 1,5 juta. Sementara di Pemilu tahun lalu tak dikenakan biaya apapun.

 

Demikian juga uang yang diwajibkan setelah fit and propert test  yang kini dipungut Rp.50 juta lebih, 5 tahun lalu hanya belasan juta saja.

 

Dari sisi waktu, jelas ada kejangggalan karena biasanya uang wajib disetor setelah bacaleg ditetapkan menjadi Daftar Calon Tetap (DCT).

 

Dalam hal proses penyetoran juga ada yang tak lazim karena biasanya uang disetor ke rekening DPP Partai Gerindra. Sementara untuk yang saat ini uang disetor tunai ke Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Bandung.

 

Terkait dengan adanya kejanggalan itu, temuan sudah dilaporkan ke DPD Partai Gerindra Jabar dan DPP Partai Gerindra.

 

Laporan ini, dimaksudkan untuk membersihkan citra Partai Gerindra darj ulah tidak bertanggung jawab yabg dilakukan pengurus DPC Partaj Gerindra Kota Bandung. (Nur)

Berita Terkait