Sun,18 November 2018


Tipikor Bandung Sidangkan Penyuap Mantan Bupati Subang

Indofakta 2018-05-09 17:21:13 Hukum / Kriminal
Tipikor Bandung Sidangkan Penyuap Mantan Bupati Subang

BANDUNG - Pengadilan Tipikor Bandung  menyidangkan perkara pidana korupsi Penyuap mantan Bupati Subang. Miftahudin diadili oleh Majelis Hakim yang diketuai Dahmiwirda D, SH.,MH dengan dakwaan bahwa Miftahudin melakukan penyuapan kepada mantan Bupati Subang Imas Aryumningsih (9/5/2018).

 

Surat dakwaan yang dibacakan oleh Penuntut Umum KPK menyatakan, tindakan terdakwa adalah memberikan uang dengan total Rp1.250.000.000,- (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) dengan rincian Rp300.000.000,- untuk fasilitas kampanye Bupati Subang periode 2018 - 2023, Rp110.922.000.00 atau menjanjikan sesuatu yakni berupa uang sejumlah Rp1.500.000.000,00, janji pembelian Kamera Canon serta laptop Asus kepada Imas Aryumningsih selaku Bupati Subang. Lalu uang juga diberikan kepada Asep Santika selaku Kepala Bidang Perijinan pada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal  Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Subang Rp40.000.000,00 dan Data alias Darta Rp824.078.000.00 dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yaitu supaya Imas Aryumningsih selaku Bupati Subang menerbitkan ijin prinsip dan ijin lokasi untuk PT. PBM (Pura Binaka Mandiri) dan PT. ASP (Alfa Sentra Property). 

 

Menurut Dody Sukmono, Mayhardi Indra Putra, Yadin dan Agung Satrio Wibowo selaku Penuntut Umum KPK, awalnya sekitar Januari 2016, Data dipertemukan dengan H. Soni oleh Wawan Sutarmas. Dalam pertemuan itu H. Soni mengatakan ada temannya bernama Miftahudin yang mengurus ijin perusahaan nya. Data lalu diajak ke kantor Miftahudin di jalan Sedayu No. 109 Subang. Dalam pertemuan itu Miftahudin mengatakan sedang mengurus ijin prinsip perusahaannya PT. PBM seluas 105 ha dan PT ASP seluas 75 ha. Miftahudin juga menyampaikan bahwa terdapat juga ijin perusahaan PT. SC (Surya Cipta) di lahan yang sama. Hal ini disampaikan Data kepada Imas.

 

Lalu, Data membawa Miftahudin ke rumah dinas Wakil Bupati Subang. Dalam pertemuan,  Imas mengatakan dapat dibantu kalau sesuai prosedur. Setelahnya Data mendatangi kantor Miftahudin dengan menawarkan pengurusan ijin kedua perusahaan dengan harga Rp2.500/m2 dikali 180 ha = Rp4,5 milyar. 

 

Pada bagian lain, Dody Sukmono, Dkk menyebutkan bahwa uang yang telah diterima oleh Data dipergunakan untuk Pemasangan Baliho dengan gambar Imas Aryumningsih sebagai calon Bupati Subang periode 2018 - 2023 sebesar Rp10.000.000.00,  Sewa mobil Alphard untuk kampanye Imas Rp20.000.000.00, Pembuatan foto branding Imas dan Sutarno Rp11.200.000.00, Sawer Musik saat Penetapan Imas jadi calon Bupati Subang Rp5.000.000.00, Biaya bensin, makan minum dan sebagainya Rp64.722.000.00. Selain untuk keperluan Imas, Data juga membagi ratusan juta rupiah kepada sejumlah orang di lingkungan DPMPTSP dan sebagainya. 

 

Miftahhudin sebagai pemberi suap didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) (a) atau (b) atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Atas dakwaan tersebut, Miftahudin dan Penasehat hukumnya tidak mengajukan Nota Keberatan/eksepsi. Sidang akan dilanjutkan seminggu mendatang dengan agenda pemeriksaan para saksi. (Y CHS).

Berita Terkait


 Terbaru