Sat,26 May 2018


Terbukti Miliki Ganja 175 kg, M.Rival Hidayat Dihukum Dua Puluh Tahun

Indofakta 2018-05-09 15:54:19 Hukum / Kriminal
Terbukti Miliki Ganja 175 kg, M.Rival Hidayat Dihukum Dua Puluh Tahun

BANDUNG - M. Rival Hidayat alias M. Ikbal (22) akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun. Selain itu terdakwa dihukum untuk membayar denda Rp 1 milyar subsider pidana kurungan selama 4 bulan. Terdakwa terbukti membawa ganja seberat 175, 276 kilogram narkoba berupa ganja.

 

Majelis Hakim yang diketuai Marolop Simamora, SH menyatakan bahwa terdakwa terbukti memiliki narkotika berupa  ganja seberat 175,276 kg berarti melebihi 1 kg atau 5 batang pohon dikuasai oleh terdakwa secara bersama-sama dengan Diren Fauzi, Ilham Ramadhan, Imam Hasni dan Agrina (yang masing-masing perkaranya diajukan terpisah) terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo.Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana yang telah didakwakan dalam dakwaan primer.

 

Sebelumnya  JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut agar terdakwa M. Rival Hidayat dengan pidana mati dengan perintah supaya terdakwa tetap berada dalam tahanan, mengatakan barang bukti berupa 5 paket kardus dibungkus karung yang berisi 201 bata ganja dengan berat bruto seluruhnya 175,276 gram, 1 buah mobil Toyota Avanza biru dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk digunakan dalam perkara terpidana Agrina dan menetapkan agar biaya perkara dibebankan kepada negara. 

 

Awalnya terdakwa yang bertempat di seputar Lapas Kls II A  Pondok Rajeg Bogor atau di Kantor Pos Gunung Sindur Kabupaten Bogor atau di tempat lain di seputar Kabupaten Bogor.

 

Ganja seberat tersebut ditaruh di dalam 5 paket dus besar dibungkus dalam karung warna putih berisi 201 bata atau sekitar jumlah itu. Pada awalnya terdakwa pada hari Jumat tanggal 23 September 2016 terdakwa di telepon oleh Abang (belum tertangkap) yang pada intinya menyuruh terdakwa untuk mengambil kue (ganja) dengan memberi nomer Resi pengambilan barang di Kantor Pos Gunung Sindur. Lalu terdakwa menelepon Diren untuk datang ke kamar terdakwa di Lapas. Terdakwa pun menyuruh Diren untuk mengambil ganja tersebut. 

 

Terdakwa mendapat uang dari Abang melalui transfer sebesar Rp2000.000,- setelah nya terdakwa mentransfer uang Rp1.500
000,- ke Diren untuk merental mobil. Diren lalu meminta bantuan ke Ilham dan Imam untuk mengambil barang tersebut. Diren lalu mengantar Ilham ke Kantor Pos. Saat membeli bensin dan rokok, Ilham bertemu dengan Agna dan Imam. Mereka lalu bersama-sama ke Kantor Pos. Berdasarkan Resi Pengambilan paket atas nama Martin dan Idris. Petugas PT. Pos lalu mengangkut barang ke dalam mobil yang sudah siap untuk mengangkut ganja tersebut. Setelah selesai, Ilham langsung pergi menaiki sepeda motor.

 

Berdasarkan Surat Laporan Hasil Pengujian dari Badan POM RI Nomor Contoh : 16.094.99.20.05.0457. K tanggal 7 Nopember 2016 yang ditandatangani oleh Dra Ami Damilah, Apt selaku Kepala Bidang Pengujian Terapetik Narkotika, Obat, Kosmetik Produk Komplemen dari seberat 175, 276 Kg disisihkan seberat 25 Kg diperoleh kesimpulan : Ganja Positip, termasuk narkotika Golongan I menurut UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Perbuatan terdakwa tidak ada ijin dari Pemerintah RI yang berwenang, tidak ada hubungannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak ada kaitannya dengan pengobatan atau kesehatan. 

 

Kepada indofakta.com seusai sidang 9/5/2018, Ira M. Mambo, SH. MH selaku Penasehat Hukum terdakwa menyatakan menerima Putusan tersebut. Sementara JPU menyatakan pikir-pikir. (Y CHS).

Berita Terkait