Sat,26 May 2018


Usai Dilantik Menjadi Kasi Intel,Mali DianTingkatkan Program Jam-Intel

Indofakta 2018-05-07 21:09:55 Hukum / Kriminal
Usai Dilantik Menjadi Kasi Intel,Mali DianTingkatkan Program Jam-Intel

CIANJUR -- Yang utama adalah, menggiatkan program Jaksa Masuk Sekolah. Program itu dinilai penting sebagai bentuk pencerahan kepada para pelajar terhadap berbagai fenomena kenakalan remaja agar tak terjadi degradasi moral.

 

Hal ini ditegaskan Mali Dian disela-sela pelantikan dirinya sebagai Kepala Seksi  Intelijen ( Kasi Intel ) pada Kejaksaan Negeri Cianjur kepada wartawan,Senin ( 7/5/18 )

 

“Jadi, program Jaksa Masuk Sekolah itu yakni memberikan berbagai materi yang berkaitan dengan fenomena-fenomena di kalangan remaja. Misalnya soal narkoba, perbuatan asusila, tawuran, HIV/AIDS, dan sebagainya,” kata alumni Diklat Penyamaran dan Penjejakan Intelijen  di Badiklat Kejaksaan RI.

 

Ditambahkan,para jaksa juga memberikan materi dampak hukum sebagai konsekuensi seandainya mereka melakukan perbuatan melawan hukum.

 

“Targetnya, para pelajar itu nantinya paham ketika melakukan suatu perbuatan yang dilarang. Misalnya narkoba, selain merusak, juga mereka bisa terjerat hukum. Begitu juga melakukan tindakan asusila, mereka bisa terjerat hukuman,” tutur mantan Kepala Seksi Intelijen Sintang, Kalimantan Barat itu.

 

Mali yang baru resmi menjabat Kepala Seksi Intelijen di Kejari Cianjur. Ia menggantikan Kepala Seksi Intelijen sebelumnya, Agus Haryanto, yang kini berpindah tugas ke Kejari Mojokerto.

 

“Saya masih baru. Jadi harus mempelajari dulu secara detail kondisi di sini,” terangnya.

 

Diketahui,Jaksa Masuk Sekolah merupakam satu di antara prioritas program yang akan terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Selain itu, lanjut dia, program prioritas lainnya yakni Tim Pengawalan dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D), Tangkap Buronan (Tabur) 31.1, serta Jaksa Menyapa.

 

“Kalau TP4D lebih ke arah pengawalan proses pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kalau Tabur 31.1 adalah program target kita menangkap DPO. Sedangkan Jaksa Menyapa yakni kita talk show di stasiun radio membahas berbagai permasalahan hukum dan materi,” tandas Mali yang juga pernah bertugas sebagai Kasi Pidsus di Kejari Sungai Penuh Jambi. (C/ Zer )

 

 

Berita Terkait