Wed,18 July 2018


Pengadilan Tipikor Bandung Terima Berkas Dedi Sutardi

Indofakta 2018-05-07 17:04:49 Hukum / Kriminal
Pengadilan Tipikor Bandung Terima Berkas Dedi Sutardi

BANDUNG - Berkas terdakwa Dedi Sutardi kini berada di Pengadilan Tipikor Bandung. Berkas mantan Kepala Bidang Sejarah Kepurbakalaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung itu telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan siap disidangkan oleh Penyidik Kejati Jabar (7/5/2018).

 

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menetapkan Dedi Sutardi sebagai tersangka dalam kasus korupsi buku Sejarah Purbakala Tahun Anggaran 2015. Dari kasus pengadaan buku cetak tersebut kejaksaan mengamankan kerugian negara hingga Rp 1,35 miliar.

 

Dalam hal ini, Dedi telah melakukan penggelembungan atau mark up dana dalam pengadaan buku sejarah purbakala. Pengadaan buku tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 978.850.000. Namun, selaku Kabid Sejarah dan Purbakala, Dedi mengajukan perubahan anggaran dengan realisasi sebesar Rp10,34 miliar dengan alasan uang tersebut akan dialokasikan untuk 9 kegiatan bidang sejarah dan kepurbakalaan. Dari total anggaran Rp 10,34 miliar tersebut telah dialokasikan anggaran sebesar Rp3,56 miliar untuk belanja cetak dan pengadaan buku. Buku sejarah purbakala yang dicetak sebanyak 61.716 buku dengan 18 judul buku.

 

Adapun dalam pelaksanaannya,  belanja cetak dan pengadaan sebanyak 61.716 buku tersebut dilakukan dengan cara penunjukan langsung tanpa melalui proses penetapan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sesuai dengan ketentuan dalam Perpres sehingga terjadi kemahalan harga.

 

Berdasarkan pemeriksaan dan perhitungan yang dilakukan oleh BPKP, jumlah kerugian negara yakni sebesar Rp2,95 miliar. Penyidik Kejati Jabar berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar lebih kurang Rp1,35 miliar. Uang tersebut disita dari beberapa pihak yang terkait dalam kasus korupsi di Kabupaten Bandung tersebut. Penyitaan dilakukan terhadap Mzm disita uang sebesar Rp70 juta, IS sebesar Rp120 juta, dari S sebesar Rp6.960.000 , ES sebesar Rp 7 juta dan HW selaku Penasihat Hukum DS disita uang sebesar Rp 1 miliar. Oleh penyidik, Terdakwa dikenakan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 18 UU. No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-KUHPidana dengan ancaman hukuman selama 20 tahun pidana penjara, pidana denda dan membayar Uang pengganti. (Y CHS/az).

Berita Terkait