Tue,25 September 2018


APH JANGAN LAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP PELAKU PELANGGARAN DI BBWS-CITARUM

Indofakta 2018-05-01 20:44:29 Hukum / Kriminal
APH JANGAN LAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP PELAKU PELANGGARAN DI BBWS-CITARUM

BANDUNG - APH (Aparat Penegak Hukum) khususnya di Jawa Barat jangan melakukan pembiaran terhadap Para Pelaku yang diduga melanggar dalam kegiatan beberapa paket proyek yang mengarah pada perbuatan korupsi di lingkungan BBWS Citarum. 


Hal tersebut disampaikan oleh Asep Irwan saat dimintai tanggapannya atas pemberitaan indofakta.com(1/5/2018). Dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Sekjen Lsm Jarak itu, "sudah tidak pada tempatnya lagi para PNS/ASN, karyawan swasta atau siapapun untuk berbuat curang, bermental korup khususnya pada proyek yang ada di BBWS. "Pengawasan dari pihak APH harus aktip agar tidak terjadi penyimpangan,  ujar Asep Irwan. 

Dalam pemberitaan indofakta.com (24/4/2018) dengan Judul berita : "BEBERAPA PAKET PEKERJAAN PROYEK DI BBWS CITARUM DIDUGA BERMASALAH, diberitakan" Besarnya dana APBN yang disediakan Pemerintah Pusat untuk perbaikan sarana irigasi di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Jawa Barat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, diduga menjadi “lahan objekan” bagi oknum-oknum pejabat yang bermental korup di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. 

Bagaimana tidak, kebanyakan proyek-proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor sebagian besar tidak sesuai dengan Spesifikasi Teknis dan Gambar Perencanaan bahkan antara Daftar Kuantitas dan Harga yang dikeluarkan oleh BBWS Citarum sewaktu Proses Tender dengan Pelaksanaan dilapangan tidak singkron,   Dari beberapa Paket Proyek yang ditelusuri oleh Tim Indofakta.com dan Wawancara dengan Warga serta Tokoh-tokoh Masyarakat sekitar, menemukan Dua Paket Pekerjaan yang diduga bermasalah yaitu: Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Bulak Mangga II Cs di Kab. Bekasi TA 2017 dengan HPS sebesar Rp. 49.404.098.000,- dengan sumber dana dari APBN dan dikerjakan oleh PT. CIPTA MULTI SARANA yang beralamat di Jl. Abdulrahman Saleh No. 516 Semarang – Jawa Tengah dengan  harga Penawaran Rp.42.710.660.000,-

Dari pemantauan tim Indofakta.com di lapangan, diketahui bahwa adanya perbedaan antara item dalam Daftar Kuantitas dan Harga dalam dokumen tender yang tidak sama dengan pekerjaan dilapangan, demikian juga Kualitas hasil pekerjaan yang asal jadi. Bahkan ada juga pekerjaan baru tetapi sudah ambruk.

Yang membuat tim Indofakta.com semakin bertanya-tanya adalah masih adanya pekerjaan dilapangan dibulan February 2018 sementara Tahun Anggaran proyeknya 2017 yang seharusnya semua pekerjaan sudah selesai tahun 2017. Bahkan adanya informasi dari beberapa Sumber yang masih didalami oleh Tim Indofakta.com mengenai pemenang tender adalah PT. CIPTA MULTI SARANA tetapi yang mengerjakan dilapangan adalah pihak lain (hanya meminjam bendera perusahaan).


Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Jagawana Cs di Kab. Bekasi TA 2017 dengan HPS sebesar Rp. 47.645.840.000,- dengan sumber dana dari APBN dan dikerjakan oleh PT. TIRTA WIJAYA KARYA yang beralamat di Jl. Otto Iskandardinata No. 297 Subang Jawa Barat dengan  harga Penawaran Rp.39.830.460.000,- juga punya persoalan yang sama seperti Proyek  Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Bulak Mangga II Cs di Kab. Bekasi seperti foto dibawah ini.


Hal ini diduga karena biasanya para rekanan atau pelaksana proyek bermainmata dengan Oknum Panitia Lelang dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), sehingga tingkat pengawasan juga tidak bisa diterapkan secara tegas. 


Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya, biasanya para rekanan dan oknum pejabat ada kesepakatan komitmen fee yang nilainya antara 10 - 20 % dari setiap rekanan yang mendapatkan proyek dan untuk Panitia Lelang antara 1 – 2,5 % tergantung besar kecilnya Proyek. Apabila Komitmen fee tersebut tidak disepakati terlebih dahulu, jangan harap rekanan bisa menang tender sehingga kalau kita dengan cermat mengikuti setiap tender di BBWS Citarum hampir bisa dipastikan pemenangnya hanya perusahaan yang itu-itu saja. Menurut sumber tersebut untuk pembuktian komitmen fee tersebut amat sulit, sebab biasanya mereka lakukan sangat tersembunyi dan rapi.


Indofakta.com telah melayangkan surat konfirmasi untuk meminta keterangan dan penjelasan ke Pihak BBWS Citarum dan Perusahaan Pelaksana Proyek terkait dengan permasalahan tersebut tetapi pihak-pihak tersebut belum ada merespons sampai berita ini kami muat, bahkan informasi yang terbaru didapatkan Indofakta.com ada unsur kesengajaan untuk beberapa item pekerjaan dilakukan Addendum oleh Oknum di BBWS Citarum dan pada saat itulah terjadi deal-deal dengan kompensasi Uang. Tim Indofakta.com masih bekerja untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bukti-bukti yang kelak akan kita laporkan ke Pihak berwajib untuk ditindak lanjuti.(Y CHS).

Berita Terkait