Wed,26 September 2018


Jelang Tutup Pendaftaran, Pelamar pada 5 Sekolah Kedinasan ini Bersaing Ketat

Indofakta 2018-04-30 16:10:24 Edukasi
Jelang Tutup Pendaftaran, Pelamar pada 5 Sekolah Kedinasan ini Bersaing Ketat

JAKARTA -- Sejak pemerintah mengumumkan secara resmi penerimaan siswa-siswi/taruna-taruni baru pada sekolah kedinasan yang melibatkan 8 instansi pemerintah, antusiasme pelamar terus mengalami peningkatan. 

 

BKN mencatat jumlah pelamar per 30 April 2018 pukul 14.30 WIB mencapai 266.676 orang. 

 

Data portal seleksi sekolah kedinasan (sscndikdin.bkn.go.id) mencatat bahwa menjelang penutupan pendaftaran hari ini, perbandingan antara formasi dengan jumlah pelamar semakin ketat. 

 

Lima sekolah kedinasan dengan persaingan paling ketat adalah Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) dengan 300 formasi dan 9.633 pelamar (1:32), artinya 1 formasi diperebutkan oleh 32 pelamar; Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dengan 250 formasi dan 7.339 pelamar (1:29); Politeknik Statistik STIS dengan 600 formasi dan 17.242 pelamar (1:29); Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) dengan 300 formasi dan 8.111 pelamar (1:27); dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dengan 150 formasi dan 3.379 pelamar (1:25). 

 

Jumlah ini akan terus bergerak hingga penutupan pada pukul 23.59 WIB hari ini.

 

Setelah proses pendaftaran, seleksi administrasi akan diselenggarakan oleh instansi sekolah kedinasan. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan mengikuti tahapan berikutnya, di mana salah satu tahapan yang akan dijalani adalah Seleksi Kompetensi Dasar dengan CAT BKN. Jadwal dan tahapan seleksi akan disampaikan oleh instansi sekolah kedinasan. 

 

Selama masa pendaftaran berlangsung, BKN telah melayani sejumlah pertanyaan dari pelamar melalui berbagai kanal (telepon, email dan media sosial). Tercatat pertanyaan yang masuk melalui email (3.267 pertanyaan); Facebook (15.212 pertanyaan); Twitter (37.606); Instagram (1.259 pertanyaan); dan lewat Helpdesk (berkunjung langsung) sebanyak 154 pertanyaan. (red/rls)

 


Sumber Berita: Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Mohammad Ridwan

Berita Terkait