Tue,25 September 2018


Gagalnya Mesin Parkir : Walikota Bandung Harus Copot Didi Ruswandi

Indofakta 2018-04-28 10:52:44 Hukum / Kriminal
Gagalnya Mesin Parkir : Walikota Bandung Harus Copot Didi Ruswandi

BANDUNG - Pjs. Walikota Bandung, M. Solihin harus berani mencopot Didi Ruswandi dan jajaran yang terlibat. Pasalnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung itulah penyebab utama gagalnya pendapatan mesin parkir yang jauh dibawah target. Kegagalan harus dibenahi dengan mencopot Kepala Dinas Kota Bandung itu.

 

Hal tersebut ditegaskan oleh Asep Irawan. Kepada indofakta.com (28/4/2018), Sekjen Lsm Jarak (Jaringan Rakyat Anti Korupsi) itu meminta agar Kadishub Kota Bandung segera diganti. "Statement Pjs. Solihin memastikan telah meminta komitmen tersebut pada Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi. "Dan Pak Kadishub sudah menyanggupi dari perencanaan yang harus dibuat dari awal, terutama sisi sosialisasi, tidak cukup. Hentikan Didi Riswandi yang tidak paham urusan yang berhubungan dengan kinerjanya." 

 

Tentang Pjs. Walikota Bandung yang akan menyebar Tim Saber Pungli di jajaran Jukir (Juru Parkir). Asep Irawan tidak setuju. "Saya harap  penebaran Saber Pungli yang direncanakan Pjs. Walikota Bandung jangan sampai mengorbankan pelaksana juru parkir (jukir). Kami berharap lebih ke penindakan pada Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab pengadaan mesin pakir yang jelas hanya melakukan pemborosan anggaran kota Bandung. Lihat saja betapa borosnya penggunaan anggaran hanya mengelola mesin parkir itu. Pendapatan tahun ini hanya berkisar Rp1,4 milyar sementara untuk mengelolanya dibutuhkan dana sebesar Rp15 milyar. Lebih baik hentikan saja operasi mesin parkir tersebut. Di sisi lain, seandainya Dinas Perhubungan tidak mampu mensosialisasikan dan melaksanakan tugas dengan baik, sekali lagi, kami LSM jarak menuntut Walikota Bandung untuk mencopot jabatannya...," Pungkas Sekjen Lsm Jarak itu. 

 

Sebelumnya (27/4/2018) kepada wartawan Pjs. Walikota Bandung M. Solihin antara lain memaparkan, seharusnya keberadaan juru parkir (jukir) menjadi perpanjangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk mempromosikan mesin parkir. Sebab sejauh ini salah satu yang menyebabkan minimnya pendapatan adalah kurangnya sosialisasi. Menurutnya, "Semua hal seharusnya bisa terintegrasi dan terencana secara baik. Sebagai contoh, jukir seharusnya tidak lagi menerima uang tunai jika bertugas di sekitaran mesin parkir." Untuk menertibkannya, Pjs. Walikota Bandung itu akan menghadirkan Tim Saber Pungli yang menyamar.

 

Masih menurut M. Solihin, pihaknya  memastikan dan telah meminta komitmen Kadishub Kota Bandung Didi Ruswandi. "Dan Pak Kadishub sudah menyanggupi dari perencanaan yang harus dibuat dari awal, terutama sisi sosialisasi. Pjs. Walikota Bandung itu meyakini jika perencanaan telah matang dan sosialisasi berjalan baik maka pendapatan dari mesin parkir pada tahun ini bisa meningkat," ujarnya(Y CHS).

Berita Terkait