Pencarian Berita


Gubsu Minta 438 Kepsek Segera Laporkan Pengelolaan Dana BOS dan Aset

Gubsu Minta 438 Kepsek Segera Laporkan Pengelolaan Dana BOS dan Aset

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Dr Ir HT Erry Nuradi MSi mengukuhkan 438 Kepala Sekolah (Kepsek) SMA dan SMK se Sumatera Utara (Sumut), Senin (23/4/2018) di aula Raja Inal Siregar Lt.2 Kantor Gubsu Jalan P Diponegoro Medan. Usai dikukuhkan, para Kepsek diminta segera menyerahkan laporan bantuan operasional sekolah (BOS) dan aset masing-masing sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.




Gubsu Erry Nuradi mengatakan, menjadi kepala sekolah juga berarti
menjadi manajer di sekolahnya, artinya nantinya juga harus mampu
mengelola sekolah secara keseluruhan. Ketertiban administrasi,
pengelolaan keuangan, SDM dan pengelolaan aset harus dilakukan secara
berkesinambungan.



"Saya telah diingatkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provsu
bahwa pengelolaan dana BOS dan aset terutama dari sekolah-sekolah yang
telah diserahkan kepada pemerintah provinsi itu harus dilaporkan
secara jelas. Pemberian opini oleh BPK itu juga ditentukan dari
sekolah-sekolah yang telah menjadi tanggungjawab provinsi. Terutama
aset,” tegasnya.



Gubsu kembali menegaskan masalah aset merupakan hal yang sangat
mempengaruhi. Bahkan, kata Erry, kepada kepala dinas dirinya
mengatakan bahwa bagi kepala sekolah yang belum menyerahkan aset,
untuk ditunda dulu pelantikannya. Ini merupakan bagian dari manajemen
yang profesional, ada reward dan punishment.



"Bagi yang belum menyerahkan laporan aset dan dana BOS 2017 agar
segera ditindaklanjuti. Dan bila ada catatan dari BPK bahwa ada temuan
di sekolah-sekolah terkait dana BOS dan aset, akan diberikan
punishment. Walaupun baru dikukuhkan akan diganti kepala sekolahnya,”
kata Erry.



Erry juga mengharapkan kepada para kepala sekolah untuk dapat
melaksanakan tugas secara profesional. Harus membuktikan bahwa dirinya
adalah orang yang layak dipercaya dalam menjalankan tugasnya. Karena
peran kepala sekolah sangat strategis dalam penyelenggaraan pendidikan
dan memajukan SDM. Sumber daya manusia adalah merupakan faktor penting
yang menjadi modal pembangunan bagi semua daerah termasuk bagi
provinsi Sumut.



Pemprovsu memiliki komitmen yang tinggi terhadap pembangunan SDM.
“Kepala Sekolah dituntut harus memfokuskan diri dalam memikirkan upaya
untuk dapat mengembangkan sekolah masing-masing. Karena dibawahnya ada
banyak anak bangsa yang menjadi tanggung jawab kita semuanya agar
mereka nantinya menjadi harapan-harapan bangsa,” sebut Erry.



Hal senada disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset
Provsu Agus Tripriyono terkait aset pada sekolah-sekolah SMA/SMK
sederajat yang telah menjadi wewenang provinsi perlu diadakan
pendataan. Karena pada waktu pembuatan berita acara serah terima
pengelolaan aset dari kabupaten/kota yang telah dilakukan beberapa
waktu yang lalu belum dilakukan pendataan.



Pendataannya hanya berdasarkan daftar inventaris dari kabupaten/kota
saja (data yang lama). “Dan oleh BPK tidak diyakini kebenarannya,”
ujar Agus, seraya mengajak para kepala sekolah yang nantinya akan
didata agar benar-benar memberikan laporan segala aset yang dimiliki
masing-masing sekolah.



Turut hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provsu Dr Arsyad
Lubis, Staf Ahli Gubsu Elisa Marbun, para asisten dan kepala OPD di
lingkungan Provinsi Sumatera Utara.(Raf)