Thu,26 April 2018


Hendak Ikut Ajang Olahraga, Farid Nurdin, Dkk Gugat NPC Jabar, Dkk Rp20 Milyar

Indofakta 2018-04-17 17:50:49 Serba Serbi
Hendak Ikut Ajang Olahraga, Farid Nurdin, Dkk Gugat NPC Jabar, Dkk Rp20 Milyar

JABAR -- Farid Nurdin, Ganjar Jatnika, Asri, Junaedi, Elda Fahmi Nurtaufiq dan Soni Satrio Dwilaksono melakukan gugatan PMH (Perbuatan Melawan Hukum) dan Ganti Kerugian terhadap NPC (National Paralympic Committee) Indonesia Jawa Barat sebagai Tergugat I, NPC Pusat sebagai Tergugat II, NPC Kota Bandung sebagai Turut Tergugat I, NPC Kota Tasikmalaya sebagai Turut Tergugat II, NPC Kabupaten Bekasi sebagai Turut Tergugat III, Pemprov Jabar sebagai Turut Tergugat IV  dan Koni Jabar sebagai Turut Tergugat V. 

 

Dalam materi gugatan yang diterima indofakta.com (17/4/2018), keenam Tergugat yang diwakili oleh Kamaludin, SH dari LBH Galuh Pakuan Padjadjaran menyatakan bahwa mereka adalah para atlet anggota Kontingen Jabar peraih medali yang turut membawa Provinsi Jabar meraih juara umum pada ajang Peparnas XV/2016 di bawah managemen organisasi NPC Jabar. Atas prestasinya, Pemprov Jabar selaku tuan rumah telah memberikan bonus berupa uang kepada keenam penggugat yang merupakan atlet tuna netra/penyandang disabilitas tersebut. Total yang diterima para penggugat adalah Rp1.700.100.000,- Namun jumlah tersebut harus dipotong oleh Para Tergugat sebagai Tergugat I sebesar 25 % dengan dalih kontribusi. 

 

Permintaan para Tergugat itu adalah Para Penggugat diperintahkan untuk mengumpulkan buku rekening dengan alasan untuk memudahkan penarikan penyetoran uang kontribusi tersebut kepada Para Tergugat. Tindakan tersebut ditolak oleh Para Penggugat karena tidak ada landasan hukumnya. 

 

Penolakan berakibat dicoretnya Para Penggugat dengan tidak memanggil sebagai atlet peraih medali di tingkat nasional yang juga berhak mengikuti proses prestasi pada ajang-ajang olahraga Asean Paralympic 2017 di Malaysia dan Asian Paralympic 2018 di Indonesia. Ini jelas merugikan mereka.

 

Dalam acara klarifikasi yang diadakan tanggal 2 Februari 2018 di GOR Jalan Pajajaran Bandung, pihak Tergugat tetap menyatakan bahwa para Penggugat tidak bisa mengikuti ajang olahraga karena tidak menyetor kontribusi bonus 25 %. Meski demikian Tergugat I menjanjikan agar para Penggugat untuk menunggu sampai Maret 2018 ada proses degradasi atlet yang sedang mengikuti pemusatan latihan di Solo. Tapi Tergugat I tidak memenuhinya. Hal ini telah mengubur masa depan para atlet dan para Tergugat telah melanggar UU RI No. 3 Tahun 2005 Tentang Keolahragaan Nasional dan para Tergugat telah melakukan PMH dan menimbulkan kerugian.

 

Menurut Kamaludin, SH, Para Penggugat mengalami dampak sangat buruk terhadap nama baik, perasaan malu dan waktu yang terbuang sia-sia sebagai atlet Paralympic yang tidak bisa mengikuti ajang selanjutnya. Ini menimbulkan kerugian immateril sebesar Rp20 milyar. Para Penggugat menghendaki agar Pengadilan Negeri Bandung melalui Register perkara No. 185/PDT.G/2018/PN. Bdg mengabulkan seluruh gugatannya. (Y CHS).

Berita Terkait