Thu,26 April 2018


10 Desa Stunting Di Sumedang, Akan Diintervensi

Indofakta 2018-04-16 15:27:35 Daerah
10 Desa Stunting Di Sumedang, Akan Diintervensi

SUMEDANG -- Dalam rangka penanganan stunting (masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi) di Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) memulai kegiatan penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat yang akan diselenggarakan oleh mahasiswa/i FK UKI di 10 desa yang terdapat di Kabupaten Sumedang.

 

Implementasi dari kegiatan tersebut, ditandai degan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan UKI tentang kerjasama bidang pembangunan dan kemasyarakatan di lingkungan Pemkab Sumedang yang diselenggarakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Senin (16/4).

 

10 desa stunting di Kabupaten Sumedang yang akan diintervensi adalah Desa Cimarga, Desa Malaka, Desa Ungkal, Desa Mekarsari, Desa Cijeruk, Desa Cilembu, Desa Mekarbakti, Desa Sukahayu, Desa Margamukti dan Desa Kebon Kalapa.
Dikatakan perwakilan Rektor UKI, Dr. Wilson Rajagukguk., M.Si., MA, dalam dokumen 100 kabupaten prioritas penanganan stunting di Indonesia, Kabupaten Sumedang termasuk salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki prevalensi balita yang mengalami stunting sebesar 41,08%. Oleh karena itu, harus ada upaya perbaiakn untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dan upaya untuk mencegah serta mngurangi gangguan tersebut.

 

“Intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan, dan sektor-sektor lainnya, seperti sektor ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penangulangan kemiskinan, pendidikan, sosial dan lain sebagainya,” kata Wilson.

 

Menurut Wilson, dari 37 negara yang telah diteliti, Indonesia termasuk negara dengan cakupan rendah dalam 5 intervensi spesifik gizi yaitu IMD (inisiasi menyusui dini) terendah. Disampaikan Wilson lebih lanjut, para mahasiswa kedokteran UKI diharapkan mampu meningkatkan status kesehatan masyarakat di Sumedang serta berperan serta dalam menurunkan angka stunting di masyarakat. 

 

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh para dokter UKI bekerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan mitra terkait lainnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Plt Sekda Kabupaten Sumedang, Drs. H. Sanusi Mawi, M.Si dalam kesempatan tersebut menyampaikan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i FK UKI untuk penanggulangan stunting di Sumedang merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab dari segenap civitas akademika dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan mulia meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan peningkatan gizi yang optimal.

 

“Saya menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan pelayanan kesehatan untuk penanggulangan stunting oleh para mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI yang akan melakukan riset di Sumedang. Mudah-mudahan, dengan kegiatan ini kesulitan masyarakat terutama dalam hal kesehatan dapat teratasi. Selain itu, semoga kegiatan ini dapat menghasilkan output berupa data yang valid terkait prevelensi stunting di Kabupaten Sumedang,” kata Sanusi di akhir sambutannya. (Rls/hms).

Berita Terkait