Thu,18 October 2018


Dua Pejabat Pemprovsu Tinjau Pasar Murah HUT ke-70 Pemprovsu

Indofakta 2018-04-12 05:09:19 Daerah
Dua Pejabat Pemprovsu Tinjau Pasar Murah HUT ke-70 Pemprovsu

MEDAN – Dua Pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)
yakni  Kepala Biro Binsos dan Kemasyarakatan Sekretariat Daerah
Provinsi Sumut (Setdaprovsu)  Muhammad Yusuf dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu M Ilyas Sitorus memantau langsung pelaksanaan pasar murah HUT ke-70 Pemprovsu di hari kedua, Rabu (11/4/2018). Mereka ingin memastikan harga barang yang dijual lebih murah dari harga pasar.


Didampingi beberapa staff  masing-masing dua pejabat tersebut ikut
belanja berbagai barang yang dijual di beberapa stand. Mulai dari
stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu yang menjual berbagai makan
home industri, stand PT Agri First Indonesia yang menjual kemasan
tepung terigu satu kilo,  stand  Biro Bina Perekonomian Sumut, stand
Bulog, stand Dinas Ketanahan Pangan Sumut yang menjual berbagai
sayur-mayur dan buah buahan,  stand Minyak Sunco, stand Gula dari PT
Medan Sugar Industry sampai akhirnya ke stand sirup Kurnia.


“Ini beras perkilonya berapa harganya? lebih murah kan dari pasaran,
ini saya cek  besok,” kata M Yusuf, saat memastikan harga ke stand
beras Bulog.


Hal yang sama juga dilakukannya ke stand-stand yang lain, karena ingin
memastikan bahwa semua barang-barang yang dijual harus memang lebih
murah dari pasaran. Tak hanya bertanya harga, dia bersama Kabiro Humas
dan Keperotokolan membeli beberapa barang untuk memeriahkan kegiatan
pasar murah tersebut.


“Ini saya juga ikut membeli sudah banyak juga yang saya beli,”
katannya,  menunjukkan beberapa barang yang sudah dibeli.


Saat diwawancarai sejumlah wartawan, Muhammad Yusuf yang juga selaku
ketua panitia, menyampaikan bahwa pada hakekatnya di usia Provinsi
Sumut yang ke 70  pemerintah ingin  menunjukkan kepeduliannya kepada
semua lapisan masyarakat  dengan mengelar pasar murah mulai tanggal 10
sampai 12 April 2018.


“Kami ingin menunjukkan rasa syukur  bahwa di usia ke-70,  Sumut sudah
mendapatkan kemajuan di berbagai bidang  walaupun  masih ada yang
belum lagi sempurna dibangun, sesuai yang diharapkan masyarakat.
Inilah wujudnya sebagai simbolis,” ujarnya.


Pasar murah yang digelar, lanjutnya,  dari beberapa komoditi  yakni
pertanian terdiri dari komoditi dari sayur-sayuran. Ini adalah
keberhasilan pembangunan di bidang pertanian.  Selain itu, juga ada
produk-produk home industri yang dijual di pasar murah.


“Nah ini juga merupakan perencanaan provinsi Sumut membina masyarakat
untuk meningkatkan pertumbuhan masyarakat dan  pertumbuhan ekonomi
serta meningkatkan pendapatan  masyarakat,” tutupnya.(Rf)

Berita Terkait


 Terbaru