Thu,26 April 2018


Terlibat Suap Menyuap, KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat, Dkk Sebagai Tersangka

Indofakta 2018-04-12 04:56:58 Hukum / Kriminal
Terlibat Suap Menyuap, KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat, Dkk Sebagai Tersangka

BANDUNG - Diduga terlibat suap - menyuap, Bupati Bandung Barat, Abu Bakar sebagai tersangka. Selain Abubakar beberapa nama diungkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) baik sebagai penerima maupun sebagai pemberi.

 

Dari pointers Konferensi Pers : "Tangkap Tangan Tindak Pidana Korupsi Pemberian Hadiah Atau Janji Kepada Bupati Bandung Barat Periode 2013 - 2018" yang diperoleh indofakta.com (11/4/2018) antara lain menyebutkan bahwa pada hari Selasa tanggal 10 April 2018, KPK telah mengamankan 6 orang di Bandung. Mereka adalah a. Ca (Caca)- staf di Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB; b. Il (Ilham) - Kepala Sub Bagian Kepegawaian Daerah KBB; c. AHI (Asep Hikayat) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah KBB; d. ADY (Adiyoto) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah KBB; e. Yus (Yusef) - Staf Bappeda KBB ; f WLW  (Wety Lembanawati) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB. 

 

Dalam uraian kronologisnya, Tim KPK menerima informasi adanya penyerahan dana dari Ilham kepada Caca untuk kepentingan Bupati KBB. Sekitar jam 12, Tim langsung mengamankan Caca di Gedung B Kantor Pemerintahan KBB. Bersama Caca diamankan uang Rp35 juta. Uang ini diduga terkait dengan kepentingan Bupati KBB. Pada jam 12.40, Tim menuju Gedung A Kantor Pemerintah KBB untuk mengamankan Wety Lembanawati di Kantor Disperindag KBB. Pada jam 14.30, Tim menuju rumah Caca di Lembang untuk mengamankan barang bukti sebesar Rp 400 juta. Pada jam 13, secara paralel Tim bergerak ke hotel Permata Garden di jalan Sukajadi Kota Bandung untuk mengamankan Adiyoto dan Yusef. Enam orang yang sudah diamankan di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

 

Sekitar jam 17 Tim tiba di rumah Bupati KBB untuk mengamankan yang bersangkutan. Namun yang bersangkutan untuk tidak diamankan karena harus melakukan kemoterapi dan dalam kondisi tidak fit. Atas dasar kemanusiaan, Tim melakukan pemeriksaan di rumah Bupati dan melakukan koordinasi lanjutan dengan dokter bupati. Untuk kepentingan penyelidikan, Tim meminta Bupati untuk membuat Surat Pernyataan untuk datang ke Kantor KPK setelah kemoterapi di Bandung. Namun malah Bupati membuat pernyataan pers malam harinya dan menyebut KPK hanya mengklarifikasi isu tertentu dan yang bersangkutan menyanggahnya. 

 

Pada Rabu malam sekitar jam 22.42, Bupati KBB datang dengan kemauan sendiri setelah menerima surat dari dokter yang menyatakan dia dalam kondisi sehat  untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta. 

 

Dalam konstruksi perkara, diduga Bupati KBB meminta kepada sejumlah Kepala Dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya Elin Suharliah sebagai Bupati KBB periode 2018 - 2023. Permintaan ini disampaikan dalam beberapa kali pertemuan antara Bupati dengan Kepala SKPD yang diadakan pada bulan Januari, Februari dan Maret. Hingga bulan April, Bupati terus menagih permintaan uang ini salah satunya untuk melunasi pembayaran ke lembaga survey. Untuk mengumpulkan dana tersebut, Abubakar meminta bantuan Wety Lembanawati dan Adiyoto. Keduanya bertugas menagih ke SKPD sesuai janji yang disepakati. 

 

KPK meningkatkan pemeriksaan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tersangka diduga sebagai penerima suap yaitu : 1. Abubakar, Bupati KBB; 2. Wety Lembanawati, Disperindag KBB dan 3. Adiyoto, Kepala Bappeda KBB. Ketiganya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK  (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi) jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sedang Asep Hikayat selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah KBB  dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK. Para tersangka saat ini mulai menjalani masa penahanan di Rutan selama 20 hari ke depan. (Y CHS).

Berita Terkait