Wed,18 July 2018


Kejaksaan Belum Limpahkan Perkara BJB T Tower Ke Pengadilan Tipikor Bandung

Indofakta 2018-04-05 15:01:43 Hukum / Kriminal
Kejaksaan Belum Limpahkan Perkara BJB T Tower Ke Pengadilan Tipikor Bandung

JABAR - Kejaksaan Agung RI melalui Kejaksaan Negeri Kota Bandung hingga saat ini belum melimpahkan perkara korupsi ke Pengadilan Tipikor Bandung. Perkara dengan tersangka Direktur PT. CLP (Comrarindo Lintasnusa Perkasa), Triwiyasa itu baru pada posisi P 21 Tahap 2 pada Rabu, 28 Maret 2018 lalu.

 

Belum dilimpahkannya kasus tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Bidang Pidana Khusus Kejari Kota Bandung (5/4/2018), Farorozi, SH. " Belum dilimpahkan, menunggu dari Kejagung (Bidang Pidsus, red). Sekarang tersangka sedang  ditahan di Rutan Kebon Waru," ujar Ozi, sapaan akrabnya. 

 

Kasus tindak pidana korupsi ini muncul saat Bank BJB berniat membeli gedung untuk Kantor Cabang khusus di Jakarta pada 2006. Bank Indonesia menyetujui pengadaan kantor tersebut dan mengucurkan dana Rp200 miliar. 

 

Lalu Bank BJB membeli 14 lantai dari total 27 lantai gedung T-Tower. Namun pembelian itu tidak jelas, tanah yang hendak dipakai untuk pembangunan gedung T-Tower pun diduga milik perusahaan lain. Akibatnya, negara diperkirakan mengalami kerugian Rp200 miliar.

 

Terlibatnya Triwiyasa adalah hasil pengembangan perkara Wawan Indrawan. Mantan Kepala Divisi Umum Bank BJB. Wawan telah dinyatakan terbukti bersalah dan dihukum 8 tahun oleh Mahkamah Agung dalam kasasi yang diajukan Kejaksaan.  

 

Semula atas Putusan Pengadilan Tipikor Bandung membebaskan Wawan. Karena Wawan telah terbukti bersalah, maka Triwiyasa ditetapkan sebagai tersangka untuk diadili. 

 

Triwiyasa dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang PTPK (Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi), jo. UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang PTPK jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal 20 Tahun. (Y CHS).

Berita Terkait