Sat,21 April 2018


Forum Staf Ahli Jawa Tengah Kunjungan ke Sumut

Indofakta 2018-04-03 21:30:35 Daerah
Forum Staf Ahli Jawa Tengah Kunjungan ke Sumut

MEDAN – Keberhasilan dan prestasi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari segala sektor terus menjadi pembicaraan berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa daerah menjadikan provinsi berbilang kaum ini menjadi tempat study agar daerahnya bisa lebih baik lagi.

Rombongan Forum Staf Ahli Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Provinsi Sumut guna belajar tentang keberhasilan daerah ini dalam pemberdayaan dan kesejahteraan staf ahli. Rombongan yang dipimpin Pembina Forum  Staf Ahli se-Jawa Tengah Tegoeh Wynarno Haroeno MM disambut dengan jamuan makan siang dan tarian kreasi daerah di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut lantai II, Jalan Diponogoro Nomor 30, Medan.Selasa (3/4/2018)

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang diwakili oleh Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Nouval Makhyar SH, menyambut baik kedatangan para staf ahli dari Jawa Tengah. Kepada rombongan, Nouval memaparkan tentang kondisi daerah ini, termasuk mempromosikan kuliner yang memang enak dan enak sekali. Serta sejumlah tempat wisata yang sangat indah.

Juga menginformasikan penduduk Sumut yang sangat heterogen. “Sumut multi etnis, mulai dari suku Batak, Jawa, Melayu dan lainya, dan kami juga mempunyai banyak kuliner yang pasti rasanya enak dan enak sekali,” ujar Nouval.

Dikatakan Nouval, di Sumut belum terbentuk forum staf ahli, namun ke depan pihaknya juga akan membentuknya untuk wadah para staf ahli, baik provinsi maupun kabupaten/kota. “Mungkin kami juga dapat belajar ke forum ini ,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pembina Forum  Staf Ahli se-Jawa Tengah, Tegoeh Wynarno Haroeno MM menyampaikan maksud kunjungan mereka dalam beberapa hari ke depan, selain bersilaturahmi dan bernostalgia, juga ingin belajar ke Sumut. “Cukup banyak kelebihan Sumut,  terutama pemberdayaan  dan kesejahteraan  staf ahli,” katanya.

Dia cukup tertarik dengan pemberdayan dan kesejahteran staf ahli, contohnya saja Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk staf ahli sebesar Rp 50 juta. “Lebih hebat lagi DPRD di sini, satu bulannya itu lebih dari Rp100 juta dan itu diinstruksikan langsung dari KPK dan sudah diiringi pembuatan Perda dan Pergubnya, makanya kami ingin sekolah di sini Pak,” ujarnya.

Selain itu, katanya, Sumut ini dalam beberapa hal lebih maju dari Jawa Tengah, baik dari pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil. “Kami juga ingin belajar hal ini juga,” tegasnya lagi.

Kemudian, yang lainya adalah mengenai solusi penyelesaian sengketa lahan yang di Sumut tertangani dengan bagus. “Makanya kami ingin tahu dan belajar seperti apa sih solusinya,” tutupnya.

Acara ditutup dengan pemberian cenderamata ini dan penampilan berbagai tarian daerah Sumut mulai dari tari daerah Toba, Karo, Mandailing, Melayu, Jawa dan lainya.(Rf)

Berita Terkait