Wed,18 July 2018


Polda Metro Jaya ungkap kasus 28 m, Kasus TPA Jalupang kemana ?

Indofakta 2018-03-31 07:21:22 Hukum / Kriminal
Polda Metro Jaya ungkap kasus 28 m, Kasus TPA Jalupang kemana ?

KARAWANG -  Sejumlah warga karawang mengapresiasi polda metro jaya,  jakarta yang berhasil mengungkap kasus kecurangan pembuatan perijinan sebesar Rp 28 miliar.  Bahkan lebih menggemberikan, pihak polda metro telah mentersangkakan 4 orang pelakunya

               

Sejalan dengan pengungkapan kasus kasus di wilayah hukum karawang, sebagian warga karawang juga mempertanyakan sekitar pengusutan dugaan korupsi tpa jalupang,  sebesar Rp 9 miliar,  oleh polda jabar.  " saya tidak habis pikir polda metro jaya berhasil mengungkap kasus 28 miliar,  tetapi sebaliknya polda jabar tidak berhasil mengungkap dugaan korupsi 9 miiar lebih, " kata sejumlah warga karawang. 

             

Sejumlah warga karawang mendukung agar kasus perijinan 28 miliar tadi,  bisa mengungkap pihak pnd di kantor bpmpt yang disinyalir ikut terlibat. Kasus yang terkait dengan perijinan tersebut harus disikat sampai ke akar akarnya. 

           

 Dalam hal ini,  kata wawan, calo perijinanan yang diduga bekerjasama dengan oknum pns di kantor bpmpt, benar benar gentayangan. Para broker itu juga guna memuluskan terkait dengan lahan pertanian, bekerja dengan oknum pns bpn,  lhd dan pnd di dinas pertanian itu sendiri

               

Berkat kerja bareng antar broker dengan oknum di dinas terkait tadi,  lahan sawah tekhnis,  terus terkikis. Jika oknum pns sudah berjamaah untuk mengeluarkan perijinan tersebut,  bisa jadi lahan pertanian beak alias ludes. 

             

Apa yang diutarakan tokoh bangsa amin rais, sekitar kepemilikan lahan memang ada nanti bisa terjadi juga.  Betapa tidak,  di kota lumbung padi saja,  banyak lahan yang pemiliknya orang luar karawang

             

Bahkan dikabarkan,  ada warga wni keturunan yang memiliki lahan yang berserakan di plot kawasan bisnis.  "  warga wni keturunanan tadi,  sertifikatnya disimpan di beberapa lomari di rumahnya, " kata wawan. 

             

Warga keturunan tadi,  kata wawan,  seperti sudah tahu lahan lahan yang dibelinya bakal diperuntukan perumahan,  perkantoran,  dan sentral bisnis lainnya. Nah setelah diselidiki tadi,  warga keturunan itu bekerjasam dengan pns di bpn,  bagian pbb di kantor bapenda dan kantor lhd. (jay) 

Berita Terkait