Sat,22 September 2018


Branding Masih Ada, Dua cakada Sepakat Buka

Indofakta 2018-03-28 06:25:32 Politik
Branding Masih Ada, Dua cakada Sepakat Buka

PADANG - Pemasangan branding kandidat calon kepala daerah di kendaraan pribadi masih ada ditemukan termasuk stiker ukuran besar di mobil angkutan umum. Hingga saat ini belum di buka pemasanganya.

   

"Tim Pemenangan Mahyeldi Ansyarullah-Hendri Septa mengakui masih ada branding terpasang di kendaraan pribadi,"kata Hafrizal Okta Ade Putra Sekretaris Pemenangan pasangan cawako/cawawako Padang Mahyeldi Ansyarullah-Hendri Septa saat di hubungi.

 

Ia menjelaskan beberapa memang di lihat masih ada, dan akan komunikasikan lagi untuk di buka.

 

"Dan beberapa kendaraan milik pribadi simpatisan, jadi agak susah juga untuk memberitahukan untuk di buka,"ungkapnya.

 

Branding di mobil simpatisan serta relawan itu di pasangan dengan biaya sendiri memasang.     

     

"Kami mengupayakan meminta pada relawan maupun simpatisan untuk membuka sendiri branding di kendaraan,"jelas Hafrizal Okta Ade Putra.

  

 Hafrizal Okta Ade menambahkan, untuk branding mobil, semenjak memasuki masa kampanye kita sudah himbau kepada seluruh Tim Kampanye dan Relawan untuk segera membuka branding di mobil.

   

 "Kami dari Tim Pemenangan sudah memberitahukan untuk segera buka branding di mobil karena sudah masuk masa kampanye,"imbuhnya.

   

 Sementara itu tempat terpisah Dorri Putra Ketua Panwaslu Padang menyatakan,pihaknya sudah menyurati kedua pasangan calon kepala daerah untuk membuka stiker di mobil maupun branding calon kepala daerah di mobil.

   

"Diminta kesadaran masing tim sukses maupun calon kepala daerah sendiri untuk membukanya,"katanya.

 

 Branding mobil masuk kategori stiker. Nah, lanjut Dorri stiker itu dalam bahan kampanye hanya diperbolehkan ukuran 10x5 cm. Sekarang kalau branding mobil berapa ukurannya? Kan pasti melebihi itu. "Hanya stiker seukuran 10x5 cm tersebut yang diperbolehkan menempel di mobil atau kendaraan kandidat,"jelasnya.

  

Ia menyatakan,Panwaslu secepatnya koordinasi dengan pihak kepolisian,Dishub serta pihak terkait untuk melakukan razia terhadap mobil angkot ada stiker cakada maupun branding mobil cakada.

     

"Nantinya secara bersama-sama melakukan razia untuk mencopot atau membuka stiker dinangkot maupun branding cada tersebut,"katanya.

     

Branding pasangan calon kepala daerah yang ditempelkan pada mobil termasuk salah satu bentuk pelanggaran aturan kampanye pilkada.

         

"Branding mobil calon kampanye tidak termasuk salah satu bahan kampanye yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2015,"tegas Dorri.(derrizon)

 

 

Berita Terkait


 Terbaru