Pencarian Berita


Andika Pandu Puragabaya dari Gerindra Senam Bersama di Yogyakarta

Andika Pandu Puragabaya dari Gerindra Senam Bersama di Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Anggota Komisi I DPR RI dari Partai Gerindra, Andika Pandu Puragabaya, SPsi, MSi, didampingi Tiya Sadewa dan Haryanto selaku Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pandu Bangsa, ikut senam bersama masyarakat Yogyakarta di Lapangan Karangwaru, Yogyakarta, Minggu (25/3/2018).

Pandu sebagai wakil rakyat yang berasal dari Dapil DIY berharap kegiatan senam ini bisa memberikan manfaat dan sebagai bentuk kepedulian.

Selain itu, juga pemberian bantuan roti, yang akan memberi manfaat. "Terutama untuk peningkatan gizi bagi penerima," kata Pandu, anggota dewan dari Partai Gerindra ini.

Semakin seringnya anggota legislatif turun ke masyarakat, maka akan lebih mudah untuk mengetahui masalah apa saja yang tengah dan menjadi keluhan masyarakat. 

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andika Pandu Puragabaya, di sela kunjungannya di Lapangan Karangwaru Yogyakarta.

"Keluhan masyarakat tersebut tentu bisa menjadi bahan masukan untuk selanjutnya diperjuangkan di DPR," kata pria yang akrab disapa Mas Pandu ini. 

Pandu mengakui, beragam keluhan dari masyarakat ia terima, khususnya dari masyarakat di Dapilnya. Keluhan tersebut di antaranya tentang biaya hidup tinggi dan masih kurangnya perhatian pemerintah.

Menurut Pandu, banyak program pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar, program makanan tambahan untuk ibu hamil, makanan pendamping ASI dan bantuan traktor, belum terdistribusi secara baik.

Oleh karenanya, Pandu berjanji akan menyampaikan dan memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut bersama teman-temannya di Fraksi Gerindra. 

Sebagai bentuk nyata dari komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, dalam kesempatan kunjungannya Pandu menyalurkan bantuan makanan pendamping ASI dan ibu hamil ke beberapa titik di seluruh DIY.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Yogyakarta menyampaikan sikapnya terkait kegiatan senam sehat. Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta, Iwan Ferdian Susanto, meminta untuk menurunkan spanduk.

"Mohon tidak melakukan kegiatan kampanye dan tidak memasang alat peraga kampanye dalam bentuk apapun sebelum tanggal 23 September 2018," kata Iwan. 

Bagi Iwan, apa pun alat peraga kampanye baik itu bendera atau spanduk yang mengarah kepada citra partai dan orang yang merupakan kader dari partai, tidak boleh dipasang. "Parpol hanya boleh memasang alat peraga kampanye dalam acara sosialisasi internal dan pendidikan kader partai," papar Iwan.

Itupun pada saat acara berlangsung dan di sekitar tempat berlangsungnya acara sosialisasi. Dengan catatan, panitia acara melaporkan kegiatan acara tersebut kepada Panwaslu Kota Yogyakarta minimal sehari sebelum pelaksanaan acara. Dan alat peraga kampanye yang dipasang di tempat berlangsungnya acara wajib dilepas setelah acara selesai.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Yogyakarta, Tri Agus Inharto, dan Noor Harsya N berharap kepada parpol, simpatisan, dan kader partai wajib menjaga keamanan dan ketertiban agar tercipta suasana yang aman, damai dan nyaman serta kondusif di Kota Yogyakarta.

"Kami dari partai politik selalu tetap akan menjaga keamanan dan ketertiban. Tetapi identitas partai itu memang harus dimunculkan. Jadi bagaimana kita tahu itu sebuah partai politik kalau tidak dimunculkan. Ini kan namanya demokrasi," kata Pandu.

"Ini kan masih dalam tahapan Pemilu belum masuk ke dalam masa kampanyenya," tandas Tiya.

Apa yang disampaikan Panwaslu Kota Yogyakarta, menurut Tiya Sadewa, dianggap terlalu dini. "Sedangkan untuk calon legislatif saja belum ditentukan," tandas Tiya lagi. (Affan)