Sat,21 April 2018


Sukseskan Program Pembangunan Desa,Kemende PDTT Gandeng Kejagung

Indofakta 2018-03-15 18:49:47 Nasional
Sukseskan Program Pembangunan Desa,Kemende PDTT Gandeng Kejagung

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Menedes,PDTT ), menandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama tentang koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, di Sasana Pradana, Kejagung, Jakarta,Kamis (15/3/18).


Penandatangan Nota Kesepahaman di lakukan oleh Jaksa Agung HM.Prasetyo dengan Mentri Desa PDTT Eko Putro Sandjoyo dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Sekretaris Kemendesa PDTT Sanusi dengan Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr Bambang Waluyo,Jam Intel Dr.Jan Maringka,Jamdatun Louke S dan Kepala Badiklat Kejaksaan Setia Untung Arimuladi.


Jaksa Agung RI dalam sambutannya mengatakan, Penghargaan dan apresiasi kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi beserta segenap jajaran, yang akhirnya bersepakat bersama-sama jajaran Kejaksaan RI untuk bertandatangan dalam sebuah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama ini, bersama-sama mensukseskan segenap program pembangunan bangsa yang sedang gencar dilakukan pemerintah.


Lanjutnya, seperti halnya hubungan kerjasama yang telah dibangun dengan berbagai kementerian maupun lembaga lain, maka Nota Kesepahaman yang kita buat kali inipun adalah merupakan langkah monumental, sebagai bentuk penyadaran dan pemahaman kita semua bahwa jalinan kerjasama sinergis, kolaboratif dan lintas sektoral adalah merupakan sebuah kewajiban untuk mendampingi, memberi penguatan dan menjaga supaya semua program pembangunan dapat terlaksana dengan cepat dan baik, agar hasilnya segera dapat dirasakan oleh rakyat dan masyarakat.


Sambungnya, seperti kita ketahui bersama, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat ini sudah memasuki tahap ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) III Tahun 2015- 2019. Dalam tahapan ini pemerintah dituntut mampu memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dan diseluruh wilayah, dengan arah, tujuan dan kebijakan pembangunan nasional sebagai penjabaran dari program Nawa Cita yang menjadi pondasi dan penopang visi misi terbangunnya negara yang adil dan sejahtera.


“Salah satu penekanan penting dan strategis dalam 9 (sembilan) agenda prioritas Nawa Cita dimaksud adalah, “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan”, ujarnya.


Prasetyo mengajak, dalam membahas secara spesifik dan secara khusus dengan program yang sejalan dengan Undang-Undang Desa, yang antara lain menempatkan desa sebagai lokomotif pembangunan, dengan memberi peluang dan kewenangan atas kapasitas sumber dana yang begitu besar kepada desa, untuk dapat mengelola segenap potensi dan sumber dayayang dimiliki melalui Program Dana Desa, diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat dan untuk meningkatkan pelayanan publik di desa, mengatasi kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, dan memperkuat masyarakat sebagai subjek pembangunan.


Sebagai bentuk konsekwensi adanya kebijakan akan tekad dan tujuan besar tersebut, maka dalam tiga tahun belakangan ini, pemerintah telah mengucurkan dana yang setiap tahun makin bertambah dan akan terus ditambah, sehingga ditahun 2018 ini alokasi dana dalam APBN tersebut mencapai Rp.60 triliun.


Selaku Jaksa Agung saya pernah melakukan pertemuan dengan Ketua dan Anggota Satgas Dana Desa bertukar pikiran, memberikan beberapa usulan dan sumbangan pemikiran untuk bagaimana mengoptimalkan pengelolaan, penggunaan, dan penatalaksanaan dana desa, termasuk upaya mencegah praktek-praktek penyelewengannya.


Sejalan dengan hal tersebut, telah pula diperintahkan dan diinstruksikan kepada para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri seluruh Indonesia, agar melakukan sosialisasi secara serentak kepada perangkat desa agar dana desa yang diterima dikelola dan dipergunakan secara optimal sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan.


Dan berkenaan dengan itu, maka ruang lingkup Nota Kesepahaman yang kita buat, untuk selanjutnya akan meliputi: Pemberian Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, dan Tindakan Hukum Lain di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN); Pengawalan dan Pengamanan oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Pusat maupun Daerah; Koordinasi dan Optimalisasi Kegiatan Pemulihan Aset; Pengawalan Dana Desa Melalui Program Jaksa Masuk Desa; Penyediaan Data, Informasi, Keterangan Saksi dan/atau Ahli terkait Penanganan Perkara Pidana; Pengembangan Sumber Daya Manusia; dan Bentuk Kerja Sama Lain yang disepakati.


Sambungnya, dengan ruang lingkup dan cakupan sedemikian, maka saya optimis dan percaya bahwa jalinan kerjasama ini akan mampu menjadi bagian terintegrasi, mendukung terlaksananya pembangunan nasional yang menjadi point penting yang hendak dituju dan dicapai oleh seluruh komponen bangsa, terlebih kita sebagai bagian dari pelaku penyelenggara negara dan pemerintahan saat ini.


Hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, BSEE.,M.BA beserta jajarannya; Wakil Jaksa Agung R.I.Arminsyah Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia ,Setia Untung Ari Muladi , Staf Ahli Jaksa Agung; Kapuspenkum M.Rum dan Para Kepala Kejaksaan Tinggi; Segenap jajaran Kejaksaan dan para Kepala Balai dilingkungan Kemendes dan PDT seluruh Indonesia beserta jajarannya yang turut mengikuti acara ini melalui sarana video conference; Para Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung. ( Zer )

Berita Terkait