Thu,26 April 2018


Sidang Korupsi George G : Keterangan Seluruh Saksi Tak Sesuai Surat Dakwaan

Indofakta 2018-03-14 19:38:01 Hukum / Kriminal
Sidang Korupsi George G : Keterangan Seluruh Saksi Tak Sesuai Surat Dakwaan

BANDUNG - Hampir seluruh keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak sesuai dengan isi Surat Dakwaan. Tidak sinkronnya keterangan tersebut menggambarkan perkara korupsi George  Gunawan tersebut seakan dipaksakan.

 

Hal tersebut mengemuka setelah 23 orang saksi yang dihadirkan JPU selesai diperiksa di muka sidang Pengadilan Tipikor Bandung. Sorotan itu muncul dari salah satu Penasehat Hukum George Gunawan, Hematang Septinus, SH. Saat ditemui usai sidang (14/3/2018), Hematang dengan konsekwen mengatakan, seluruh keterangan saksi bertolak belakang dengan Surat Dakwaan.

 

Perkara pidana korupsi dengan No.13/Pid.Sus -TPK/2018/PN. Bdg tanggal 25/1/2018 dipimpin oleh Sudira, SH dengan Hakim Anggota, Tardi, SH, Judianto, SH, Lindawati, SH dan H. Marsidin Nawawi, SH masih akan dilanjutkan minggu mendatang dengan agenda keterangan para saksi. 

 

Dalam Surat Dakwaan,  Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dra. Cut Lely, SH, Dkk menyatakan, George Gunawan (61) telah melakukan tindak pidana korupsi tak kurang dari Rp38.116.414.259,- (tiga puluh delapan milyar seratus enam belas juta empat ratus empat belas ribu dua ratus Lima puluh sembilan rupiah). Perbuatan Terdakwa adalah menguasai peralatan Bantuan Budidaya Udang di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Tahun 2012 Dalam Program Revitalisasi Tambak Budidaya Udang.

 

Berawal pada tahun 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melaksanakan Bantuan Program Kegiatan Revitalisasi Tambak Usaha Budidaya (Demfarm) Udang berupa plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan seluas 245 Ha. 

 

Sesuai juklak, Petambak yang ikut Program tersebut bekerjasama dengan Mitra dalam membangun Demfarm yang ditetapkan oleh KKP dan mengajukan proposal Bantuan yang diketahui Kepala Desa dan ditujukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cirebon. 

 

Mengetahui ada bantuan tersebut, George Gunawan yang telah berniat untuk mendapatkan fasilitas bantuan pemerintah, kemudian merekayasa dengan cara menyewa/mengontrak lahan milik beberapa kelompok tambak yang berlokasi di Desa Bungko Lor antara lain kepada H. Ono dan H. Kamsudi dengan memberikan uang Rp200 juta. Sesudah menguasai lahan tambak, George Gunawan membentuk 3 Kelompok Petambak Budidaya Udang yaitu Mina Tambak Mas, MinaTambak Makmur dan Mina Tambak Karya Mandiri Dharma yang senyatanya bukanlah Petambak Udang melainkan para karyawan perusahaan milik George Gunawan dengan mitra Petambak yaitu PT. Tambak Mas Makmur. Ketiga Kelompok bersama 3 Kelompok lainnya mengajukan Proposal Bantuan. Setelah disetujui Ditjen Budidaya Perikanan, disalurkanlah bantuan. 

 

Setelah berakhirnya masa kemitraan, George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu Plastik Mulsa, Pompa, Genset, Kincir, Benur dan Pakan. Barang-barang tersebut dibawanya ke Jakarta yang kemudian sebanyak 100 unit mesin pompa diamankan oleh Penyidik dan ditempatkan di Desa Bungko Lor Kabupaten Cirebon. (Y CHS).

Berita Terkait