Pemkot Yogyakarta Kenalkan Teknologi Robotik

 Mon,20 August 2018


Pemkot Yogyakarta Kenalkan Teknologi Robotik

Indofakta 2018-03-10 13:28:24 Iptek
Pemkot Yogyakarta Kenalkan Teknologi Robotik

YOGYAKARTA -- Taman Pintar Yogyakarta bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan mengembangkan dan mengenalkan teknologi robotik. Khususnya, unamanned aerial vehicle atau drone kepada warga masyarakat, terutama kepada anak sekolah. 

 

Salah satu kegiatan yang akan digelar adalah kegiatan lomba robotik terbang (drone) di tahun 2018 ini.  

 

Kerja sama ini telah dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) antara Taman Pintar Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) dan UGM, pada Jum'at (9/3/2018) di Balaikota Yogyakarta, diakhiri workshop tentang drone dan peserta diberi kesempatan praktek mengemudikan drone. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, juga ikut memraktekkan cara mengemudikan drone.

 

Usai praktek mengemudikan drone, Wakil Walikota, Heroe Poerwadi, mengatakan, dalam bermain drone dibutuhkan perasaan dan ketrampilan. "Permainan drone telah banyak dilakukan oleh warga masyarakat. Akan tetapi yang perlu mendapatkan perhatian adalah setiap orang yang memainkan itu mengerti akan  kemanfaatan drone dan harus mengetahui etika bermainnya," kata Heroe Poerwadi.

 

Banyak di antara kita sudah terbiasa melakukan permainan seperti ini. Tapi dengan main dronez bicara tentang soal rasa dan ketrampilan serta kemanfaatan dan etika bermainnya. 

 

Adapun yang selama ini kita mainkan masih baru sebatas hobi. "Tetapi yang belum kita lakukan adalah drone, ini bisa dipakai untuk apa dan lain sebagainya,” ujar Heroe Poerwadi.

 

Permainan drone ini, bagi Heroe Poerwadi, merupakan pintu masuk untuk membuat anak-anak atau  warga masyarakat memiliki minat dan kecintaan terhadap dunia teknologi.

 

"Nah, kalau kita berani main drone, itu adalah pintu masuk kita mengenal teknologi. Karena, kita akan terbiasa utak-atik merakit ini, merakit itu dan segala macam," kata Heroe Poerwadi.

 

Jadi, permainan drone ini sebenarnya pintu masuk untuk cinta teknologi dan kemudian mempelajarinya. 

 

Heroe berharap, banyak dari warga masyarakat -- terutama anak anak sekolah -- berminat menggeluti dunia ini. "Agar memiliki ketrampilan dan ilmu untuk membuat dan mengembangkan drone dengan rakitan yang lebih baik dan banyak lagi," papar Heroe.

 

Tentang kemanfaatan drone, khususnya bagi Pemkot Yogyakarta, Heroe mengatakan bahwa sebagai kota pariwisata drone bisa dimanfaatkan untuk menampilkan gambar suasana Kota Yogyakarta dari sudut yang berbeda, yang tidak bisa dijangkau dengan memotret dengan cara yang alamiah . 

 

Drone ini akan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengambil sudut yang berbeda, yang tidak bisa diambil (dipotret) secara alamiah. "Dan akan membantu kita untuk manyajikan Jogja dari sudut pandang drone," tandas Heroe Poerwadi.  

 

Dikatakan Heroe, drone inilah kemudian bisa membawa orang bisa lebih memahami. "Saya kira semua orang juga akan senang kalau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda,” kata Heroe. 

 

Sementara itu, dalam workshop yang menghadirkan narasumber Dr. Gesang Nugroho (Ketua GR. Aeronautika UGM Yogyakarta) dielaskan unamanned aerial vehicle atau yang biasa dikenal dengan drone.

 

Itu merupakan suatu pesawat  yang dilengkapi dengan mikroprosesor, sensor-sensor, aktuator, GPS, sistem komunikasi data dan lainnya. "Sehingga dapat terbang secara otomatis mengikuti program yang diberikan atau dapat dikendalikan dari jarak jauh," terang Gesang Nugroho. 

 

Dijelaskan, drone terdiri dari dua tipe: fixed wing dan rotary wing.  Untuk bisa terbang, kata Gesang, sebuah pesawat dipengaruhi beberapa gaya seperti gaya berat (weight force), gaya angkat (lift force), gaya dorong (thrust) dan gaya hambat (drag force). 

 

Pesawat juga harus memiliki perangkat kendali yakni elevator, di bagian sirip horisontal ekor pesawat, berfungsi sebagai mengendalikan pesawat naik dan turun (pitch). 

 

Rudder, bagian sirip vertikal ekor pesawat, difungsikan untuk membelokkan pesawat ke kiri dan ke kanan. Aileron, terletak di bagian kiri dan kanan sayap berfungsi mengendalikan pesawa agar dapat berguling (rol) ke kiri dan ke kanan. 

 

Dr. Gesang menambahkan, drone ini difungsikan untuk kepentingan hiburan (entertainment) seperti TV dan film. Selain itu, untuk kegiatan mapping dan monitoring, penyemprotan, keperluan militer dan juga membantu dalam dunia kesehatan sebagai  pengantar perlengkapan P3K.

 

Dr. Gesang menyampaikan, dalam bermain drone harus juga memerhatikan etikanya. Meskipun diakui, hingga saat ini belum ada aturan detail tentang pengaturan penggunaan drone. Namun, dia juga mengingatkan agar peserta tidak bermain di daerah atau tempat terlarang atau tidak diperbolehkan.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Pariwisata Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, mengatakan, dari sisi Taman Pintar teknologi drone akan menjadi salah satu pengembangan di Taman Pintar.

 

Dikatakan Yunianto, selama ini di Taman Pintar sudah ada kegiatan lomba roket air dan lomba robotik. Drone ini, menurut Yunianto, sudah menjadi wacana  yang akan dikembangkan dan akan menjadi agenda reguler kegiatan di Taman Pintar. Yunianto berharap, kegiatan robotik terbang (drone) ini akan diakui oleh tingkat pusat. “Kita wacanakan ada lomba robot terbang," tandas Yunianto.

 

Taman Pintar sudah bekerja sama dengan UGM untuk merencanakan wacana lomba robot terbang. Dan ini akan menjadi agenda reguler kegiatan di Taman Pintar. 

 

"Dan mudah-mudahan diakui di tingkat pusat sehingga kita bisa setiap tahun mengadakan lomba roket, air, lomba robotik dan lomba robot terbang atau drone,” ujar Yunianto. (Affan)

 

Berita Terkait