Wed,17 October 2018


Pawai Seni Budaya Hari Raya Nyepi Digelar di Yogyakarta

Indofakta 2018-03-08 18:17:26 Daerah
 Pawai Seni Budaya Hari Raya Nyepi Digelar di Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1940 akan dirayakan umat Hindu di DIY pada 17 Maret 2018 dengan kerukunan sebagai topik utama.

 

Bagi umat Hindu, menurut I Nyoman Santiawan, memasuki hari baru dan tahun baru diawali dengan proses evaluasi dan perenungan diri terhadap kehidupan tahun sebelumnya. "Sehingga diperoleh refleksi terhadap potret jernih dan buram kehidupan kita di tahun yang telah lewat," kata Santiawan di depan wartawan di Pemkot Yogyakarta, Kamis (8/3/2018).

 

Seperti halnya diungkapkan sesepuh umat Hindu Yogyakarta, Pande Made Kutanegara, yang menyatakan ini satu bukti masyarakat Hindu telah menerapkan manajemen kehidupan yang sesungguhnya, yang  tidak berbeda dengan pengetahuan tentang manajemen kehidupan manusia yang banyak dikembangkan saat ini. 

 

Dalam rangka evaluasi itulah umat Hindu memerlukan suasana hening, sepi, dan tenang untuk melakukan renungan, kilas balik, introspeksi dan retrospeksi terhadap kehidupan kita yang telah lewat. 

 

Sementara itu, I Komang Kesuma selaku Ketua Panitia Nyepi DIY tahun 2018, menjelaskan, sebelum memasuki tahapan Nyepi, diselenggarakan upacara Tawur Agung Kesanga di halaman Candi Prambanan. "Bertujuan untuk melakukan penyelarasan atau harmonisasi dari lima unsur alam dan diri manusia yang disebut Panca Maha Bhuta," papar I Komang Kesuma.

 

Simbol dari Panca Maha Bhuta itu kemudian dipersonifikasi dalam wujud ogoh-ogoh, yang merupakan cerminan sifat-sifat butha atau negatif pada diri manusia. Atau, bisa juga berupa tokoh-tokoh hero yang membela dan menegakkan kebenaran di dunia. 

 

Ogoh-ogoh diarak di jalan-jalan utama sebuah desa maupun kota sehingga disaksikan oleh umat manusia dan diharapkan dapat memunculkan kesadaran baru bahwa manusia selalu hidup berdampingan dengan sifat-sifat negatif dan bahkan secara terus-menerus akan selalu digoda oleh kekuatan negatif itu. 

 

Koordinator pelaksana pawai seni dan budaya, I Nyoman Santiawan, menuturkan, kegiatan pawai seni dan budaya dalam rangka Hari Raya Nyepi bertema “Dengan Pawai Seni dan Budaya, Kita Mantapkan Kerukunan dan Persaudaraan Sejati” diselenggarakan pada Sabtu, 11 Maret 2018 pukul 15.00 WIB dengan start halaman depan Gedung DPRD DIY, dengan melintasi Jalan Malioboro dan berakhir di Alun-alun Utara Yogyakarta. 

 

Kegiatan yang melibatkan 25 kelompok berasal dari kelompok pemuda lintas agama dan komunitas seni, Dinas Kebudayaan Sleman, Dinas Pariwisata Bantul, kereta Jaganatha Asrahm Narayana Smrti dan mahasiswa Hindu dari berbagai universitas di Yogyakarta.

 

Sepanjang jalan Malioboro akan ditutup hingga pukul 17.00 WIB. Diimbau kepada masyarakat yang akan melintasi jalan Malioboro untuk lewat jalan alternatif. "Secara khusus panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya lalu lintas akibat kegiatan ini," kata I Nyoman Santiawan.

 

Melalui penyelenggaraan pawai seni dan budaya ini, akan terbangun semangat persaudaraan sejati dan menjunjung tinggi toleransi antarkelompok masyarakat di Yogyakarta. "Juga semakin memupuk kesadaran akan keberagaman baik suku, agama, ras maupun golongan," kata I Nyoman Santiawan, sekretaris/koordinator pawai budaya.

 

Selain itu, pertemuan dengan para tokoh agama yang ada di DIY untuk saling berdialog dengan tema semangat brata penyepian tahun Caka 1940. Dan umat Hindu di DIY memantapkan kerukunan dan persaudaraan sejati.

 

"Diharapkan nantinya kerukunan antarumat beragama juga terus terjalin," kata I Nyoman Santiawan. (Affan)

Berita Terkait


 Terbaru