BBRSBD Surakarta Sosialisasi RSBI di Sleman

 Thu,16 August 2018


BBRSBD Surakarta Sosialisasi RSBI di Sleman

Indofakta 2018-03-08 17:07:37 Daerah
BBRSBD Surakarta Sosialisasi RSBI di Sleman

SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Sosial bersama Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta melakukan sosialisasi program Rehabilitasi Sosial Berbasis Inklusif (RSBI) bagi penyandang disabilitas daksa di pendopo Kapanewon Kantor Kecamatan Tempel, Kamis (8/3/2018).

 

Menurut Kepala BBRSBD, Bambang Sugeng, yang menjadi narasumber dalam sosialisasi itu, program RSBI merupakan usaha terencana dan terpadu dari dan untuk masyarakat guna memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang dalam rangka pemenuhan haknya. "Sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar  dengan melibatkan seluruh stakeholderssecara inklusif," kata Bambang Sugeng. 

 

Tujuan program ini untuk memberdayakan potensi penyandang disabilitas dengan memperhatikan kesamaan hak dan kesempatan. "Tanpa memperhatikan perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan bentuk tubuh," papar Bambang Sugeng.

 

Untuk mencapai tujuan itu, diterangkan Bambang Sugeng, dengan cara meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya mewujudkan hak-hak asasi penyandang disabilitas dengan menggunakan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) yang ada, baik pemerintah maupun swasta secara inklusif.

 

Selain itu, program RSBI juga bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan  dan kemandirian  penyandang disabilitas serta mengembangkan jangkauan layanan. "Karena daya jangkau pemerintah yang terbatas," tandas Bambang lagi.

 

Di sisi lain, Kasie Rehabilitasi Dinsos Sleman, Surono, menyampaikan, jumlah penyandang disabilitas pada tahun 2017 di Kabupaten Sleman sebanyak 10.268 jiwa terdiri dari laki-laki 5.554 orang dan perempuan 4.714 orang.

 

Kabupaten Sleman juga memiliki 2 kecamatan inklusi: Berbah dan Ngaglik, 4 desa inklusi yaitu Merdikorejo (Tempel), Sendangtirto (Berbah), Sendangadi (Mlati) dan Sidoagung (Godean). Dan, kecamatan Tempel sendiri memiliki 10 dusun inklusi atau Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKBSM).

 

Adapun fasilitas layanan yang diberikan pada penyandang disabiliitas yaitu pemenuhan hak identitas, Lasamba (layanan sambang warga), jaminan kesehatan dan pendidikan (termasuk Jamkesus), perlindungan dan advokasi gerakan stop pasung, bantuan sosial bagi disabilitas berat serta pendampingan usaha. (Affan)

Berita Terkait