Penilaian Ibu Hamil Sehat di Yogyakarta

 Wed,15 August 2018


Penilaian Ibu Hamil Sehat di Yogyakarta

Indofakta 2018-03-06 18:06:07 Kesehatan
Penilaian Ibu Hamil Sehat di Yogyakarta

YOGYAKARTA -- Ibu hamil, Tri Astuti Wulandari, raih juara I dari 36 ibu hamil perwakilan dari 18 Puskesmas se-Kota Yogyakarta, yang mengikuti penilaian ibu hamil sehat tingkat Kota Yogyakarta.

 

Penilaian ibu hamil (bumil) sehat yang baru pertama kali diadakan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta itu, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian serta perhatian ibu hamil, keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan ibu hamil yang sehat sehingga melahirkan generasi  hebat. 

 

Tri Astuti Wulandari dari Karangwaru Tegalrejo ditetapkan sebagai juara I dan Ani Purwaningsih dari Wirogunan Mergangsan serta Dewi Wiranti dari Tahunan Umbulharjo, masing-masing menjadi juara II dan III.  Sedangkan juara harapan I diraih Finda Astriyani (Bener, Tegalrejo) dan Andri Listiyowati (Pakuncen, Wirobrajan).  

 

Para pemenang mendapat hadiah tropi dan bingkisan yang diserahkan oleh Drg. Soetji Heroe Poerwadi (istri Wakil Walikota Yogyakarta) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dr. Fita Yulia Kisworini.

 

Substansi penilaian, menurut dr Fita Yulia Kisworini, terdiri dari umur ibu hamil, status kesehatan, jarak kehamilan, tinggi fundus uteri (TFU), lingkar lengan atas (Lila), kadar hemoglobin dan status imunisasi TT.  Selain itu, ketepatan pemeriksaan K1-K4, ANC Terpadu, pengetahuan tentang buku KIA, KB, kesehatan gizi, kesehatan gigi, kesehatan umum, PKK dan psikologi. 

 

Para ibu hamil dinilai oleh juri dokter spesialis obstetri gynekologi dari RSUP Dr. Sardjito dan RS Pratama Kota Yogyakarta. Tim juri lainnya berasal dari berbagai latar keahlian seperti psikolog, dokter umum, dokter gigi, bidan, nutrionis dan TP PKK Kota Yogyakarta. Penjurian dilaksanakan di Rumah Sakit Pratama Kota Yogyakarta, Jalan Kolonel Sugiyono Yogyakarta.

 

Istri Wakil Walikota Yogyakarta, drg. Soetji Heroe Poerwadi, mengapresiasi kegiatan yang bersinggungan dengan ibu hamil. Soetji pun berharap para ibu hamil perwakilan dari 18 Puskesmas itu menjadi pelopor dan inspirator serta acuan bagi para ibu hamil. 

 

Soetji juga berharap, kegiatan lomba ibu hamil sehat ini ke depan dapat menekan angka kematian ibu hamil yang melahirkan.

 

"Ada dua faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu hamil, yakni langsung dan tidak langsung," kata Soetji, yang menambahkan penyebab langsung yang biasa terjadi adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas seperti pendarahan preeklamasi dan eklamasi, infeksi persalinan macet dan abortus.  

 

Sedangkan penyebab yang tidak langsung adalah faktor yang memperberat keadaan hamil, seperti: terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering dan terlalu dekat jarak kehamilan.  

 

Selain itu juga dipengaruhi oleh terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan. 

 

Oleh karena itu, Soetji berharap peran serta suami, keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan ibu hamil menjadi sangat penting dan sangat dibutuhkan.  

 

Menurut Soetji, upaya-upaya melalui program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), suami siaga, kelas ibu, kelompok pendamping ibu dan gerakan sayang ibu sangat diperlukan.

 

Upaya seperti itu, dikatakan Soetji, perlu mendapat dukungan sampai tingkat kecamatan dan kelurahan.  “Semoga dengan ibu hamil sehat, lahir pula generasi hebat untuk kesejahteraan masyarakat kota Yogyakarta,” harap Soetji.

 

Sementara itu, Tri Mardoyo, SKM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar di Yogyakarta ini akan terus digelar pada tahun-tahun mendatang. "Hal ini untuk memberi motivasi kepada para ibu hamil agar tetap menjaga kesehatannya saat masa kehamilan," kata Tri Mardoyo. (Affan)

 

Berita Terkait