Kasus Kerusakan Gunung Guntur Garut,Lsm Monitoring Community Duga Ada

 Thu,16 August 2018


Kasus Kerusakan Gunung Guntur Garut,Lsm Monitoring Community Duga Ada Permainan calo

Indofakta 2018-03-02 16:03:24 Hukum / Kriminal
Kasus Kerusakan Gunung Guntur Garut,Lsm Monitoring Community Duga Ada Permainan calo

BANDUNG  - Penanganan kasus pidana pelanggaran kerusakan Gunung Guntur Kabupaten Garut diduga ada permainan. Dari antara para tersangka, satu orang tersangka sudah dihentikan penyidikannya.

Demikian disampaikan Aan Kandar Karnawan kepada indofakta online (2/3/2018). Menurut Ketua Kajian Hukum Lsm Monitoring Community itu,  "Menduga ada backing dan permainan oleh calo perkara dikarenakan kasus tersebut hanya sebagian yang naik ke Pengadilan adapun pelanggaran penggalian pasir illegal selain oleh Haji Agus, Haji Usep, Haji Irod dan Haji Aa Haerudin. Keempatnya diproses secara hukum, akan tetapi Haji Agus dihentikan penyidikannya alias SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara), sedangkan Haji Usep,  Haji Irod, dan Hadi Aa Haerudin lanjut proses hukumnya. 

Akhir-akhir ini kembali marak penambangan pasir dengan cara sembunyi-sembunyi. Selain masyarakat merasa keberatan dengan keberadaan galian pasir, kerusakan gunung Guntur ini telah mendapatkan peringatan dari pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi pada Bulan Januari 2016, pemerintah diminta untuk waspada akan terjadinya bencana longsor.

Kerusakan kawasan gunung Guntur ini sudah mencapai ratusan hektar, untuk di kawasan cagar alam kerusakannya lebih dari 97 hektar. Kegiatan tambang pasir ini telah berlangsung selama 23 tahun sejak 1994 lalu. Kawasan yang mengalami kerusakan paling parah berada di blok Citiis, desa Pasawahan, blok Ciseureuh Jawa, blok Jambu, kelurahan Pananjung dan blok Cilopang, desa Ranca Bango. 

"Kami mendesak Polda Jabar dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bersinergi dan sungguh sungguh menangani masalah Lingkungan ini yang telah merusak Alam sehingga dampaknya akan sangat hebat terjadi bencana di Kabupaten Garut, " ujar Aan via tlp seluler. (YCH)

Berita Terkait