Wed,17 October 2018


Meski Mediasi Gagal, Peradi Harus Fokus Pada Tegaknya Marwah Advokat

Indofakta 2018-03-02 14:27:03 Serba Serbi
Meski Mediasi Gagal, Peradi Harus Fokus Pada Tegaknya Marwah Advokat

BANDUNG - Ketua DPC Peradi Bandung, Dr. Musa Darwin Pane,S.H.,M.H berharap peradi bisa bersatu kembali meski sementara mediasi gagal namun jangan menghentikan semangat rekonsiliasi, inti perdamaian harus berfokus pada tegaknya marwah advokat dan organisasi advokat bukan mengenai bagi-bagi posisi jabatan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Peradi Bandung, Dr. Musa Darwin Pane, SH.,MH saat dimintai indofakta online (2/3/2018) tanggapannya atas terjadi nya deadlock dalam agenda mediasi gugatan antar Advokat tentang kedudukan kepengurusan Peradi. 

Sebagaimana dikabarkan sejumlah media bahwa pada sidang lanjutan gugatan terhadap Perhimpunan Advokat Indonesia sudah memasuki pada tahap mediasi akhir dengan agenda membahas sikap atas usulan perdamaian dari masing-masing pihak telah dilaksanakan pada Rabu/28 Pebruari 2018.

Dalam hal ini Penggugat tetap pada usulan awal dengan alasan sikap tersebut adalah hasil Rakernas PERADI di bawah kepengurusan Penggugat.

Usulan awal dari Penggugat yang menawarkan posisi/jabatan kepada Para Tergugat menurut Tim Advokat PERADI Rumah Bersama Advokat yang mewakili Para Tergugat adalah sebuah usulan yang tidak berkontribusi pada rekonsiliasi secara komprehensif dan perbaikan kualitas advokat yang sudah menjadi kewajiban Organisasi Advokat yang saat ini sudah memasuki rezim multibar.

Dalam hal ini.Para Tergugat memberikan kesempatan kepada Penggugat melalui sikap yang dibacakan yang pada pokoknya tetap mengedepankan semangat rekonsiliasi dengan poin-poin sikap sebagai berikut :

Bahwa posisi Para Tergugat adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPN PERADI telah menjalankan amanat Organisasi Advokat dengan baik berdasarkan UU Advokat; Para Tergugat adalah Para Wakil Ketua Umum DPN PERADI periode 2010 2015 sedangkan posisi Penggugat saat itu adalah sebagai Ketua Bidang; 

Semangat dari Para Tergugat dalam Kepengurusan Peradi baik sebelum dan sesudah pecah menjadi tiga kepengurusan adalah atas dasar kebersamaan demi memikul tanggung jawab organisasi bukan atas dasar kepentingan pribadi dan jabatan di dalam organsiasi;

Rekonsiliasi harus bertitik-tolak pada masa depan bukan ke belakang. Semangat para Tergugat adalah bagaimana membangun tanggungjawab profesi di dalam masyarakat;

Hal yang mendukung bahwa para Tergugat masih membuka ruang kepada Penggugat untuk bersedia membahas dan merespons usulan Para Tergugat dengan membentuk Dewan Kehormatan Bersama seluruh Organisasi Advokat yang telah dilakukan di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat 19 Desember 2017 dimana Penggugat tidak terlibat dalam proses tersebut;

Adapun usulan berikutnya akan diadakan Munaslub bersama melalui sistim One Man One Vote (OMOV) dengan cara e-voting dengan catatan Para Tergugat tidak bersedia kembali untuk dicalonkan sebagai Ketua Umum dalam Munaslub tersebut. Sementara proses berjalan masing-masing Peradi dengan nama masing-masing Peradi Soho, Peradi Suara Advokat Indonesia dan Peradi Rumah Bersama Advokat.

Jika usulan tersebut diterima oleh Penggugat, Para Tergugat menawarkan pertemuan lebih lanjut dengan membentuk Tim masing-masing 5 (lima) orang yang akan dilaksanakan pada 9 Maret 2018 di Warung Daun, Cikini Jakarta.

Merespons sikap dari Para Tergugat, kuasa Penggugat akan menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada Prinsipal dan walaupun mediasi dianggap gagal untuk selanjutnya masuk pada pokok perkara, namun perdamaian tetap bisa dilakukan.

Harapan Para Tergugat lebih pada masa depan organisasi Advokat Peradi untuk tetap menjaga kualitas dan integritas advokat demi penegakan hukum yang lebih baik. (Y CHS).

 

Berita Terkait


 Terbaru