Wed,17 October 2018


Ditangkap, Seorang Pelaku Yang Diduga menyebarkan Hoax Di Tasikmalaya

Indofakta 2018-03-02 05:15:59 Hukum / Kriminal
Ditangkap, Seorang Pelaku Yang Diduga menyebarkan Hoax Di Tasikmalaya

TASIKMALAYA-Pihak kepolisian Polres Kabupaten Tasikmalaya tidak main-main terhadap para penyebar berita bohong atau hoaks di media sosial.

 

Kamis(01/3/2018), Kapolres Kabupaten Tasikmalaya dalam siaran Persnya menyampaikan, pihaknya mengamankan FS, pria yang diduga menyebarkan berita hoaks terkait penangkapan orang gila di Salasatu Pondok Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

 

Kini FS harus menjalani pemeriksaan di Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

Anggota jaringan muslim cyber army ini menyebarkan fostingan hoax alias bohong di media sosial facebook miliknya.

 

Pelaku sengaja menyebar informas hoax terkait penangkapan orang gila di Pondok Pesantren tersebut. 

 

Yang terjadi beberapa waktu Lalu.  karyawan rumah makan ini mengedarkan foto bohong dengan keterangan salah. Postinganya menyebutkan orang gila ditangkap membawa senjata tajam.

 

Padahal,kenyataanya tidak membawa senjata tajam serta foto yang dimunculkan tidak sesuai aslinya.

 

Parahnya lagi,pelaku menyatakan informasi yang ditulisnya valid. Postingan hoax ini menyebar kurang dari satu jam pasca kejadiannya. Pelaku sempat melarikan diri saat berusaha diamankan polisi.

 

"Dari pengungkapan saat itu dapat back up satuan atas karena ada kemampuan IT akhirnya kita dapatkan yang bersangkutan ini Ujar Kapolres Kabupaten Tasikmalaya AKBP Anton Sujarwo di Mapolres.

 

Masih Kata Kapolres yang bersangkutan tergabung dalam grup muslim cyber armi kita awalnya yang bersangkutan kabur dulu melarikan diri esok harinya baru kita tangkap paparnya.

 

Ini Tersangka penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian individu dan kelompok yang disebarkan tersangka berita bohong atau hoax terkait pengamanan orang dengan gangguan kejiwaan imbuhnya.

 

Dihadapan polisi,FS mengaku sengaja memposting penangkapan orang gila dipesantren dengan motif keprihatinan. Selama ini dirinya kerap menerima informasi orang gila serang ulama dan ternyata terjadi di wilayahnya. Pelaku beranggapan merasa perlu terpicu untuk menyampaikanya melalui facebook.

Selama ini, FS aktif dalam jaringan muslim cyber army untuk mencari teman serta tukar pikiran soal Agama.

 

"caftion saya telah tertangkap satu lagi orgil diponpes cipasung bawa sajam saya sejauh ini saya yang aktif, saya ikut membaca kata FS saat dimintai keterangan Polisi.

 

Masih kata FS motifasi pengen dapat temen saya kerja dirumah makan kalau sepi jenuh,bukan banyak lagi ada ribuan kurang faham sih,kalau yakin seratus persen belum cuma kebawa perasaan koq sampai di daerah saya terjadi saya konfirmasi ketemen cuma keburu ketindih tindih Ungkapnya.

Beberapa waktu Lalu, seorang dengan gangguan kejiwaan sempat diamankan polisi dari kawasan ponpes. Namun,pengidap gangguan jiwa ini tidak berbuat onar yang membahayakan santri dan ulama.

 

Polisi amankan barang bukti berupa telefon genggam pelaku, hasil print  postingan berita hoax pelaku serta  sim card. Akibat perbuatanya, pelaku terancam kurungan enam tahun penjara.(andri)

Berita Terkait


 Terbaru