Malik Fadjar Selaku Wantimpres RI Kunjungi Sleman

 Thu,16 August 2018


Malik Fadjar Selaku Wantimpres RI Kunjungi Sleman

Indofakta 2018-03-02 04:59:42 Serba Serbi
Malik Fadjar Selaku Wantimpres RI Kunjungi Sleman

SLEMAN -- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, MSc, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Kamis (1/3/2018).

 

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kehidupan sosial dan politik di wilayah Kabupaten Sleman.

 

Selain itu, dalam rangka melaksanakan tugas Wantimpres, sebagaimana pertimbangan Presiden yang mengharuskan berkunjung ke daerah-daerah. "Juga untuk menampung masukan terkait program-program yang terdapat di daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sleman," kata Malik Fadjar.

 

Pada kesempatan itu, mantan Menteri Pendidikan Nasional dan mantan Menteri Agama RI, juga ingin mendapatkan masukan program baru yang terdapat di daerah, terutama mengenai dunia pendidikan. "Mengingat dunia pendidikan sekarang ini tidak sederhana,” ujar Abdul Malik Fadjar di Aula Lantai 3 Kantor Sekretariat Kabupaten Sleman.

 

Menurut Malik Fadjar, wilayah Sleman mampu menjadi kunci kekuatan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin di masa depan. "Pasalnya di DIY mayoritas perguruan tingginya terletak di wilayah Kabupaten Sleman," kata Malik Fadjar.

 

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjelaskan, terkait pendidikan di Kabupaten Sleman sejak tahun 2009 telah menjalankan pendidikan wajib 12 tahun.

 

Setelah program pendidikan wajib 12 tahun berjalan 3 tahun, berkoordinasi dengan para rektor universitas yang ada di Sleman terkait bantuan kepada siswa berprestasi yang tidak mampu. "Agar dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya,” papar Sri Purnomo.

 

Adapun untuk prestasi pendidikan di Kabupaten Sleman, prestasi akademik jenjang Sekolah Dasar (SD) telah meraih peringkat pertama dalam hasil ujian, kemudian jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) meraih peringkat kedua se-DIY.

 

Selain itu, seluruh sekolah di Sleman sejak 2010 telah melaksanakan penguatan pendidikan karakter. "Dan masih berjalan hingga saat ini," tandas Sri Purnomo. (Affan) 

 


 

Berita Terkait