Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah Cimanintin Berakhir

 Thu,16 August 2018


Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah Cimanintin Berakhir

Indofakta 2018-02-28 14:09:57 Daerah
Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah Cimanintin Berakhir

SUMEDANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, menginformasikan bahwa status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Dusun Cimanintin Blok Babakan Sawah, RT 003 RW 001 Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal, akan berakhir sampai Hari Rabu (28/2). Dengan demikian, maka mulai tanggal 1 Maret 2018 upaya penanganan bencana di daerah tersebut akan memasuki masa transisi  pemulihan bencana.

 

Informasi soal status penanganan bencana ini disampaikan langsung Kepala BPBD Kab. Sumedang, H. Ayi Rusmana, di Ruang Kerjanya, Rabu (28/2). Menurut Ayi, keputusan terkait berkahirnya status tanggap darurat ini merupakan hasil kesepakatan bersama pada Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Alam Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal, yang diselenggarakan di Aula Rapat BPBD, dua hari lalu.

 

Dimana dalam kegiatan Rakor tersebut, semua intansi terakit menyepakati bahwa status tanggap darurat bencana di Desa Cimanintin akan berakhir sampai tanggal 28 Februari, dan untuk selanjutnya terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 penanganan bencana harus sudah memasuki masa transisi pemulihan selama tiga bulan kedepan.

 

“Sesuai rencana, pada masa transisi darurat ke pemulihan nanti BPBD akan mendrop logistik berupa sembako dan juga kebutuhan-kebutuhan pokok untuk korban bencana pergerakan tanah di Cimanintin. Bantuan yang akan kami berikan itu bersumber dari dana BPBD dan juga dari bantuan-bantuan lainnya,” kata Ayi.

 

Masih dalam masa transisi, BPBD juga berencana akan berupaya membangun hunian sementara (Huntara) yang berlokasi di Blok Genggehek, Desa Cimanintin. Blok Genggehek ini lanjut Ayi, merupakan tempat relokasi untuk warga masyarakat korban bencana di Dusun Cipeutey Desa Cimanintin. Namun karena lokasi tersebut tidak dimanfaatkan oleh korban bencana Dusun Cipeuteuy, maka untuk sementara ini kawasan tersebut bisa dimanfaatkan untuk Huntara korban bencana Cimanintin.

 

“Ada 140 unit perum yang terdapat di Blok Genggehek, semuanya bisa dipergunakan oleh 60 KK korban bencana di Cimanintin. Huntara ini akan digunakan selama 3 bulan kedepan atau mungkin juga diperpanjang, tergantung dari kesiapan hunian tetap yang akan ditetapkan selanjutnya,” katanya.

 

Dijelaskan Ayi lebih lanjut, area seluas kurang lebih 4 Hektare yang menjadi titik bencana pergerakan tanah tersebut sudah tidak layak untuk dihuni kembali. Pasalnya, menurut hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pergerakan tanah di Cimanintin bisa terjadi kapan saja, dikarenakan di bawah area Cimanintin terdapat lempengan batu lempeng yang sewaktu-waktu bisa menyebabkan longsor. (Rls/hms)).

Berita Terkait