Fri,19 October 2018


Dilingkungan Pemkot Bandung Terjadi Saling Lempar Tanggung Jawab Pengawasan Bangunan

Indofakta 2018-02-26 20:57:48 Serba Serbi
 Dilingkungan Pemkot Bandung Terjadi Saling Lempar Tanggung Jawab Pengawasan Bangunan

BANDUNG -- Terjadi saling lempar tanggung di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dalam hal pengawasan terhadap pembangunan Gedung The Green Apartemen Kosambi Kota Bandung. Dalam hal ini terlihat tidak kompaknya antara instansi dan personal terkait bidang tugasnya.

Saat dikonfirmasi indofakta online (26/2/2018) melalui telepon selulernya, Andri selaku Kasi Pengawasan pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Pemkot Bandung mengatakan bahwa untuk pengawasan bangunan yang belum mempunyai IMB (Izin Mendirikan Bangunan) adalah menjadi tanggung jawab pihaknya. Sementara yang bertanggung jawab untuk pengawasan  pembangunan gedung yang telah mempunyai IMB  ada pada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bandung. Untuk  memperoleh kejelasan, indofakta online lalu menghubungi Kasi Pengawasan pada DPMTSP Pemkot Bandung, Asep Hilman. Namun saat dihubungi nomor telepon selulernya tidak aktip.

Diminta tanggapannya atas hal tersebut, Lsm Monitoring Community mengatakan, "Pihak Pemkot Bandung wajib melakukan Pengawasan Bangunan yang sudah diberikan IMB apakah sesuai atau tidak dengan fakta di lapangan karena ini kerap terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang. Bahkan Tahun lalu puluhan Pengembang yg sudah mempunyai IMB melakukan pelanggaran yang akhirnya Pihak Pemkot tidak berkutik dengan alasan tidak adanya anggaran untuk merobohkan bangunan yang tidak sesuai," ujar Aan Kandar Karnawan. 

Menurut Ketua Kajian Hukum Monitoring Community itu, selain akan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum juga akan meminta bantuan Pihak Saber Pungli untuk menertibkannya, tegas Aan Kandar.

Sebelumnya melalui media ini, Lsm Monitoring Community mendesak agar pihak Pemkot (Pemerintah Kota) Bandung agar segera mengevaluasi kembali soal IMB (Izin Mendirikan Bangunan) The Green Apartemen Kosambi Bandung. Selain itu dalam waktu dekat akan melaporkan kepada pihak instansi Penegak Hukum tentang adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pengembang berdasarkan temuan di lapangan.

Menurut Ketua Kajian Hukum Lsm Monitoring Community, Aan Kandar Karnawan telah terjadi sejumlah pelanggaran oleh pihak Management The Green Apartemen Kosambi Bandung. Kepada indofakta online (22/2/2018), Aan Kandar menuturkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan pihaknya, telah terjadi 5 (lima) dugaan pelanggaran antara lain : 1. RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang tidak sesuai berdasarkan aturan; 2. Dibangun sarana Genset namun KDL (Koefisien Dasar Lantai) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) berkurang; 3. Green Kosambi belum mempunyai ijin IPAL; 4. Ketinggian dari lantai dasar titik 0 seharusnya 70 meter namun kenyataannya lebih dan yang ke - 5 adalah belum mempunyai SLF (Sertifikat Layak Fungsi). Terbitnya SLF harus berdasarkan pada Gambar awal yang harus sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Masih menurut Aan Kandar, bahwa pihak The Green Apartemen Kosambi telah mempunyai IMB Nomor : 503.44.2/2424/BPPT tertanggal 08 Oktober 2015. "Bila diperhatikan ketentuan yang diatur dalam IMB tersebut harus dievaluasi kondisi existingnya, dan kami yakin telah terjadi 5 pelanggaran seperti yang kami sebutkan," katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Management PT. Mama (Maju Terus Bersama) selaku Pengembang The Green Apartemen Kosambi belum memberi klarifikasi kepada indofakta online. Gedung Apartemen merangkap mall tersebut dibangun di atas lahan seluas 4.600 m2 yang dipimpin oleh Francis Dina Kartantya. (Y CHS).

 

Berita Terkait


 Terbaru